Kolaborasi penanganan COVID-19 di Jakarta dengan 5M

Kolaborasi penanganan COVID-19 di Jakarta dengan 5M

Sejumlah warga memberi semangat kepada seorang pasien yang terpapar COVID-19 saat dijemput oleh petugas kesehatan di Jakarta, Minggu (13/12/2020). Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19 hingga Minggu (13/12) pukul 12.00 WIB di Indonesia tercatat ada penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 6.189 orang sehingga total mencapai 617.820 orang sedangkan pasien sembuh bertambah 4.460 orang menjadi 505.836 orang. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.

Mereka menyiapkan tempatnya dan kami menyiapkan sistem metode pengawasannya
Jakarta (ANTARA) - Kolaborasi penanganan pandemi virus corona (COVID-19) di Jakarta hingga saat ini dilakukan dengan penguatan 5M yakni "man" (sumber daya manusia/SDM), "money" (anggaran), "material" (sarana dan prasarana), "method" (cara) dan "machine" (mesin).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Widyastuti di Jakarta, Kamis, menyatakan 5M merupakan upaya menguatkan strategi penanggulangan pandemi COVID-19 sesuai acuan nasional yaitu melaksanakan 3T yakni "testing" (tes), "tracing" (pelacakan) dan "treatment" (penanganan).

Selain itu, penguatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak juga terus dilakukan.

“Keseimbangan antara peran masyarakat dalam 3M dan pemerintah dalam 3T, menjadi satu kata kunci yang bagus,” kata Widyastuti saat hadir di Forum Jakarta Development Collaboration Network (JDCN) tahun 2020 secara daring.

Khusus 3T kata Widyastuti, pihaknya harus dapat menyeimbangkan dan tidak mungkin hanya menguatkan satu bagian saja. Namun proses itu hanya bisa dilakukan melalui kolaborasi dan jejaring.

Baca juga: Anies berharap forum JDCN tingkatkan kolaborasi

Widyastuti menjelaskan "man" atau ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Jika hanya menghitung SDM Dinkes, tentunya sangat kurang. Sehingga perlu menerapkan rekruitmen, refungsi dan redistribusi tenaga-tenaga kesehatan profesional tambahan yang mau bahu-membahu membantu Dinkes DKI

"Money" atau pendanaan, tidak mungkin hanya mengandalkan APBD, tetapi bagaimana APBN berperan, hibah luar negeri serta paling penting adalah kemandirian masyarakat.

Dengan edukasi, komunikasi dan risiko yang terus menerus, membuat 51 persen kapasitas testing dilakukan mandiri masyarakat.

Material dalam bentuk penyiapan akomodasi dan transportasi untuk tenaga-tenaga kesehatan, termasuk peran-peran hotel swasta, yang turut menyiapkan isolasi mandiri terkendali dengan koordinasi bersama Dinkes DKI

“Mereka menyiapkan tempatnya dan kami menyiapkan sistem metode pengawasannya,” ujar Widyastuti.

Baca juga: 51 persen tes COVID di Jakarta dilakukan mandiri

Selanjutnya dengan metode, pihaknya melakukan penguatan dan pemanfaatan platform digital dan teknologi informasi (IT), menggandeng organisasi profesi dan akademisi untuk membuat standar prosedur operasional (SOP) yang bisa dilakukan setiap level di dinas kesehatan.

Terakhir, "machine" adalah bantuan dari berbagai pihak untuk menguatkan alat kesehatan dan sarana logistik lainnya, dalam penanganan pandemi COVID-19.

Widyastuti menegaskan kata kuncinya adalah bagaimana advokasi yang baik, didukung dengan transparansi data serta komitmen dari pimpinan yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengajak kolaborasi semua pihak dalam menghadapi pandemi COVID-19 di DKI Jakarta.

 

Pewarta: Fauzi
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jakarta mulai vaksinasi COVID-19 bagi lansia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar