Pasien meninggal dunia karena COVID-19 di Tarakan-Kaltara 17 orang

Pasien meninggal dunia karena COVID-19 di Tarakan-Kaltara 17 orang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo didampingi Pjs Gubernur Kalimantan Utara, Teguh Setyabudi aat rapat koordinasi penanganan COVID-19, Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (9/11/2020). ANTARA/Susylo Asmalyah/aa.

Sedangkan kasus terkonfirmasi pasien positif COVID-19 bertambah 36 orang sehingga jumlah totalnya naik  sebanyak 1.442 orang
Tarakan, Kaltara (ANTARA) - Seorang pasien positif COVID-19 berinisial M (64) warga Kelurahan Gunung Lingkas,  Kota Tarakan, Kalimantan Utara  meninggal dunia sehingga jumlah total kasus positif yang meninggal dunia bertambah menjadi sebanyak 17 orang.

“Sedangkan kasus terkonfirmasi pasien positif COVID-19 bertambah 36 orang sehingga jumlah totalnya naik  sebanyak 1.442 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti di Tarakan, Kamis.

Sementara untuk pasien yang sembuh dari COVID-19 sebanyak 25 orang sehingga jumlah total pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 784 orang. Pasien positif yang masih dalam perawatan di rumah sakit di Tarakan sebanyak 641 orang.

Kasus suspek yang dipantau di Tarakan saat ini sebanyak 157 orang, yakni orang yang dengan gejala ISPA.

“Dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal,” katanya.

“Jumlah seluruh kontak erat yang sedang dipantau yang saat ini sebanyak 1.716 orang. Kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19,” tambahnya.

Riwayat kontak erat yang dimaksud yakni kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable/kasus konfirmasi dalam radius satu meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih. Kemudian sentuhan fisik langsung dengan kasus yang terkonfirmasi seperti salaman, berpegangan tangan dan lain – lain.

Selanjutnya orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus terkonfirmasi tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar dan situasi lainnya yang mengindikasi adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi, demikian Devi Ika Indriarti .

Baca juga: Kasus positif COVID-19 bertambah 71 orang di Tarakan

Baca juga: Ada dua lagi, pasien positif meninggal di Tarakan-Kaltara 15 orang

Baca juga: Petugas Satpol PP Tarakan masih temukan pelanggaran protokol kesehatan


Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden bagikan 1.000 sertifikat tanah untuk warga Kaltara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar