Gerindra sambut baik kebijakan pemerintah gratiskan vaksin COVID-19

Gerindra sambut baik kebijakan pemerintah gratiskan vaksin COVID-19

Petugas kesehatan menunjukkan botol vaksin COVID-19 saat sesi penyuntikan vaksin itu di Martin Luther King Jr Community Hospital, di South Los Angeles, California, AS, Kamis (17/12/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Lucy Nicholson/foc.

Kalau ekonomi bergerak, perkantoran akan bergerak.
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan partainya menyambut baik rencana Pemerintah menggratiskan vaksin COVID-19 kepada seluruh rakyat seperti disampaikan Presiden Joko Widodo pada hari Rabu (16/12).

"Ini kabar gembira, menjadi angin segar dan harapan baru menyongsong tahun baru 2021. Kita harus berterima kasih atas kebijakan ini," kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Namun, dia tetap meminta Pemerintah harus memastikan aspek keamanan vaksin dan akurasi saat pemberian vaksin. Hal itu karena terkait dengan manusia dan nilai keuangan negara yang besar.

"Jadi, harus aman, akurat, dan tepat sasaran pelaksanaan program ini," ujarnya.

Baca juga: Anggota DPR sebut vaksin gratis bukti kehadiran negara

Muzani menilai 10 bulan bangsa Indonesia menghadapi pandemi COVID-19 menjadi masa tersulit bagi masyarakat.

Dengan adanya vaksin, kata Wakil Ketua MPR RI itu, menjadi energi dan semangat baru untuk menggerakkan sektor ekonomi.

"Kalau ekonomi bergerak, perkantoran akan bergerak. Sekolah, kampus, pondok pesantren yang selama pandemi murid tidak bisa bertemu guru, mahasiswa tidak bisa belajar dengan dosen, santri tidak bisa bertatap muka dengan kiai, semua ini mudah-mudahan segera dapat diakhiri," katanya.

Menurut Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu, pemberian vaksin gratis oleh Pemerintah sesuai dengan perjuangan partainya selama ini. Hal itu karena dalam situasi ekonomi sulit, sudah sewajarnya negara mengambil porsi terbesar untuk membiayai vaksin bagi masyarakat.

Namun, dia berpesan kepada seluruh masyarakat untuk terus displin dengan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan menjauhi kerumunan, sampai benar-benar wabah COVID-19 dinyatakan berakhir.

Baca juga: Pengamat: Pemerintah harus buat regulasi jelas soal vaksin gratis

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wakil Ketua DPR RI bantah pembicaraan amandemen UUD 1945 di Istana

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar