Menaker Ida paparkan upaya pemerintah lindungi PMI saat pandemi

Menaker Ida paparkan upaya pemerintah lindungi PMI saat pandemi

Tangkapan layar - Menaker Ida Fauziyah dalam sambutan secara virtual di acara peringatan Hari Migran Internasional oleh Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (18/12/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Kemnaker memberikan bantuan kepada migran ABK Perikanan yang terdampak COVID-19
Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan pemerintah telah melakukan beberapa hal untuk memberikan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia (PMI) terutama dalam masa sulit akibat pandemi COVID-19.

Dalam sambutan secara virtual di acara peringatan Hari Migran Internasional, yang jatuh pada 18 Desember, Menaker Ida mengatakan langkah perlindungan sudah diambil pemerintah salah satunya bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan bantuan masker untuk PMI di Hongkong, Taiwan, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Brunei Darussalam.

Baca juga: Hari Migran, Menaker tegaskan PMI pahlawan dan duta bangsa

"Kementerian Ketenagakerjaan memberikan bantuan kepada migran ABK Perikanan yang terdampak COVID-19 dan membantu pemulangan calon Pekerja Migran Indonesia bekerja sama dengan P3MI," kata Menaker dalam acara yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Jakarta pada Jumat.

Selain itu, pemerintah lewat Kemnaker juga juga memberikan bantuan bahan pokok kepada tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terdampak COVID-19 di negara-negara penempatan dan pengalokasian program perluasan kesempatan kerja bagi pekerja dan calon pekerja serta anggota keluarganya.

Baca juga: UT serahkan ijazah sarjana kepada 21 pekerja migran di Taiwan

Bantuan tersebut berupa Program Padat Karya Infrastruktur, Padat Karya Produktif, Inkubasi Bisnis, Teknologi Tepat Guna dan Tenaga Kerja Mandiri.

Sementara terkait Program Kartu Prakerja, Kemnaker telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) untuk membantu sosialisasi dan mendorong CPMI/PMI terdampak COVID-19 untuk mengikuti program itu, agar mendapatkan bantuan selama pandemi.

"Kementerian Ketenagakerjaan juga memberikan bantuan APD dan suplemen kepada 42 Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) dan memberikan bantuan APD dan suplemen kepada 324 P3MI," ucapnya.

Baca juga: Pemerintah harap Taiwan segera cabut penangguhan penerimaan PMI

Ida mengutarakan bahwa pemerintah juga sudah mendirikan LTSA di 45 dinas yang berada di daerah kantong asal PMI, yang diharapkan dapat memberikan pelayanan cepat, efisien dan murah untuk para calon pekerja.

Tidak hanya itu, pemerintah juga telah mendirikan Desa Migran Produktif (Desmigraif) di 402 kantong PMI. Petugas Desmigratif yang tersebar di desa-desa tersebut diharapkan dapat melakukan empat hal, yaitu pusat layanan migrasi, usaha produktif, komunitas pembangunan keluarga, dan fasilitasi penumbuhkembangan koperasi atau badan usaha milik desa.

Baca juga: BP2MI ingatkan calon PMI perkuat diri dengan ikuti diklat

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi juga menegaskan bahwa dalam peringatan Hari Migran Internasional 2020, pemerintah mengusung tema "Berangkat Aman Pulang Mapan".

Untuk mencapai itu, Kemnaker telah bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI terus mengoptimalkan fungsi Atase Ketenagakerjaan.

"Ketika dia pulang nyaman tentunya kita ingin modal yang sudah dikumpulkan ini akan betul-betul bisa digunakan, terutama untuk sesuatu yang bisa diusahakan memiliki nilai tambah," ujar Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi.

Baca juga: UMK Cianjur 2021 naik 6,51 persen menjadi Rp2.699.814

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

133 pekerja migran ilegal dipulangkan ke Tanjungbalai

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar