Polrestabes Surabaya ungkap kasus sabu 21,4 kg

Polrestabes Surabaya ungkap kasus sabu 21,4 kg

Polisi merilis perkara narkoba jenis sabu-sabu dari sindikat bandar besar asal Malaysia di Markas Polrestabes Surabaya, Jumat (18/12/2020). ANTARA/Didik Suhartono/aa.

Ini jaringan pengedar narkoba yang dikendalikan oleh sejumlah narapidana di Lapas wilayah Jawa Timur. Masih terus kami pantau. Nanti pemeriksaan akan mengarah ke sana, yaitu terhadap beberapa narapidana yang ada di dalam Lapas
Surabaya (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap kasus narkotika, psikotropika dan obat terlarang (narkoba) jenis sabu-sabu, dengan total barang bukti seberat 21,4 kilogram yang diperoleh dari komplotan pengedar antarprovinsi.

Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Jhonny Eddison Isir di Surabaya, Jumat mengatakan barang bukti tersebut diperoleh dari masing-masing berinisial MY, usia 22 tahun, RH (25), RY (26), ketiganya asal Kota Surabaya. Selain itu IH (27), asal Mojokerto, Jawa Timur, serta AA (25), asal Jakarta.

"Seorang pengedar lainnya berinisial FP, usia 43 tahun, asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur karena berupaya melawan menggunakan senjata api rakitan saat hendak ditangkap, sehingga yang bersangkutan meninggal dunia," katanya saat konferensi pers di Surabaya, Jumat.

Baca juga: Polisi Surabaya tembak mati pengedar narkoba

Baca juga: Polisi Surabaya tangkap lima pelaku tawuran yang tewaskan seorang anak


Jhonny menjelaskan komplotan ini dibekuk dari hasil pengembangan penyelidikan yang dimulai sejak bulan April lalu terhadap sindikat pengedar narkoba jenis sabu-sabu asal Malaysia.

Diinformasikan jaringan peredaran narkoba sabu-sabu oleh kelompok ini dikendalikan oleh beberapa narapidana kasus narkoba, yang saat ini sedang menjalani masa hukuman di sejumlah lembaga pemasyarakatan (Lapas) wilayah Jawa Timur, seperti di Lapas Medaeng, Porong dan Pamekasan.

"Ini jaringan pengedar narkoba yang dikendalikan oleh sejumlah narapidana di Lapas wilayah Jawa Timur. Masih terus kami pantau. Nanti pemeriksaan akan mengarah ke sana, yaitu terhadap beberapa narapidana yang ada di dalam Lapas," ujarnya.

Jhonny memastikan masih terus mengembangkan penyelidikan perkara ini untuk menumpas seluruh pelaku yang terlibat dalam sindikat peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang dipasok dari negara tetangga Malaysia tersebut.

"Mohon doanya. Kira-kira dalam waktu sekitar seminggu ke-depan, akan ada penangkapan terhadap pelaku lainnya," ucap-nya berharap.

Baca juga: Polrestabes Surabaya bekuk komplotan pemasok narkoba ke Madura

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ruang tahanan Mapolrestabes Semarang kelebihan kapasitas selama pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar