Gaprindo kampanye cegah perokok anak

Gaprindo kampanye cegah perokok anak

Petugas berwenang membakar rokok ilegal saat pemusnahan barang milik negara di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Denpasar, Bali, Selasa (15/12/2020). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.

pencegahan perokok anak merupakan tanggung jawab dari seluruh elemen masyarakat
Jakarta (ANTARA) - Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) meluncurkan kampanye untuk mencegah bertumbuhnya jumlah perokok kalangan anak.

"Semangat Gaprindo dalam menggelar kampanye ini didasari pada kepercayaan bahwa pencegahan perokok anak merupakan tanggung jawab dari seluruh elemen masyarakat," kata Ketua Gaprindo Muhaimin Moeftie dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan beberapa saluran kampanye "Cegah Perokok Anak: Aksi Kolaborasi Lindungi Anak di Bawah Umur dari Rokok" dipakai seperti melalui laman daring www.cegahperokokanak.id, aksi proyek percontohan edukasi peritel ke area padat penduduk di Jakarta dan kolaborasi di media sosial.

Baca juga: Kak Seto: Indonesia darurat perokok anak

Muhaimin berharap melalui kampanye tersebut agar semakin muncul kepekaan sosial bagi masyarakat untuk bisa menekan bertambahnya perokok dari usia anak.

"Kampanye bisa dari lingkup terkecil yaitu keluarga, pedagang dan lingkungan di sekitar anak. Ini dapat dibangun karena kita semua berperan dalam mengawasi, mencegah dan mengedukasi risiko merokok di usia dini," katanya.

Baca juga: Masyarakat Sipil desak pemerintah segera revisi PP Pengamanan Tembakau

Gelaran kampanye, kata dia, dimulai pada akhir tahun 2020 dan akan terus berlangsung sampai beberapa bulan ke depan dengan beragam pendekatan.

Ia mengatakan Gaprindo optimistis dengan berbagai pendekatan bisa membangkitkan rasa tanggung jawab sosial di lingkungan masyarakat untuk mencegah munculnya perokok dari usia anak.

Baca juga: Upaya lindungi anak dari bahaya paparan rokok tergolong berat

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional mencatat jumlah perokok anak usia 10-18 tahun di Indonesia terus meningkat dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 9,1 persen atau sekitar 3,2 juta anak pada 2018.

Selain itu, pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menargetkan angka perokok anak dapat turun hingga 8,7 persen pada 2024.

Baca juga: Iklan rokok pengaruhi peningkatan perokok anak di Indonesia

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kejari Batang musnahkan rokok ilegal dan narkoba

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar