Jokowi pertama penerima vaksin COVID-19, La Nyalla: Teladan yang baik

Jokowi pertama penerima vaksin COVID-19, La Nyalla: Teladan yang baik

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (ANTARA/HO)

Padang (ANTARA) - Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti memberi apresiasi atas sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dirinya yang akan menjadi penerima vaksin COVID-19 pertama di Indonesia.

“Keputusan Presiden Jokowi untuk menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima vaksin Corona harus diapresiasi. Ini menunjukkan keteladanan yang baik sebagai seorang pemimpin," ujar LaNyalla di Padang, Jumat.

Dengan menjadi penerima pertama, Presiden Jokowi ingin meyakinkan masyarakat bahwa vaksin Corona aman digunakan. La Nyalla juga menyebut keputusan tersebut sebagai jawaban atas tantangan sejumlah pihak.

Baca juga: Presiden kembali tegaskan akan jadi orang pertama penerima vaksinasi

"Presiden Jokowi sudah menjawab langsung tantangan beberapa pihak yang memintanya menjadi penerima vaksin Corona pertama. Saya secara pribadi mengacungkan jempol atas langkah Presiden," tutur senator asal Dapil Jawa Timur itu.

La Nyalla juga memuji kebijakan Presiden Jokowi yang akan memberikan vaksin Corona kepada masyarakat secara gratis. Awalnya, vaksin Corona sempat dibagi menjadi vaksin gratis dan vaksin mandiri.

"Hal ini menandakan pemerintahan Presiden Jokowi serius membangun ketahanan sektor kesehatan. Sebab seluruh rakyat Indonesia berhak mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah," ucap La Nyalla.

La Nyalla pun mengingatkan kepada Pemerintah Daerah untuk segera memprioritaskan program vaksinasi Corona di tahun anggaran 2021 seperti arahan Presiden Jokowi. Program vaksinasi diharapkan berjalan dengan lancar di seluruh Indonesia.

Baca juga: Presiden tekankan vaksinasi tidak ada kaitan dengan keanggotaan BPJS

"Selain re-alokasi anggaran, perlu disiapkan secara seksama bagaimana teknis distribusi pemberian vaksin ini. Termasuk juga harus disiapkan tempat penyimpanan stok vaksin yang proper sehingga kualitasnya terjaga,” kata La Nyalla.

Mantan Ketum PSSI ini pun mengajak anggota DPD RI periode 2019-2024 untuk ikut memantau program vaksinasi di daerah masing-masing. La Nyalla menegaskan, vaksin harus diberikan kepada seluruh warga yang berhak menerimanya.

"Jangan sampai ada yang tertinggal. Sudah menjadi tugas pemerintah memberikan layanan terbaik untuk warganya," tegasnya.

"Saya harapkan senator ikut mengawasi program vaksinasi di dapilnya masing-masing agar berjalan secara tepat," imbuh La Nyalla.

Saat ini sudah ada 1,2 juta vaksin Corona dari Sinovac yang sudah tiba di Indonesia dan tengah menunggu izin edar dari BPOM. Pasokan vaksin Corona berikutnya akan datang menyusul.

Baca juga: Pemprov Lampung siap alokasikan dana APBD 2021 untuk vaksinasi
Baca juga: Anggota DPR: Vaksinasi gratis tanggung jawab negara demi rakyat
Baca juga: MPR apresiasi pemerintah bebaskan biaya vaksinasi COVID-19

Pewarta: Maswandi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Upaya DPD RI buka akses pasar internasional bagi kopi Temanggung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar