Polisi menjerat seorang sopir bus dengan pasal pembunuhan berencana

Polisi menjerat seorang sopir bus dengan pasal pembunuhan berencana

Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar memperlihatkan barang bukti berupa pakaian korban dalam gelar perkara di Mapolsek Makasar, Jakarta Timur, Rabu (16/12/2020). ANTARA/Andi Firdaus.

Kalau keluarga ingin pelakunya dihukum mati saja
Jakarta (ANTARA) - Tim Penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Makasar, 
Jakarta Timur, menjerat seorang sopir bus bernama
Hendra Supriyatna alias Indra (38) dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana lantaran diduga membunuh ibu hamil, Hilda Hidayah (22).

"Akan dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana," kata Kanit Reskrim Polsek Makasar Iptu Mochamad Zen di Jakarta, Ahad.

Tim penyidik mengagendakan gelar perkara untuk melihat kemungkinan pasal lain yang bisa menjerat tersangka Hendra Supriyatna.

Pasal pembunuhan berencana memungkinkan tersangka dijerat dengan hukum mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama rentan waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun penjara.

Penggunaan pasal pembunuhan berencana terhadap seorang ibu yang sedang mengandung lima hingga enam bulan itu mengacu pada pengakuan tersangka kepada polisi.

"Pelaku mengaku saat awal bertengkar dengan korban di bus dia memindahkan balok kayu pintu pengganjal bus dari depan ke belakang bus yang jadi lokasi mereka bertengkar," katanya.

Baca juga: Polisi siapkan pasal berlapis untuk pembunuh ibu hamil
Baca juga: Pelaku menghabisi nyawa ibu hamil di dalam Bus Mayasari Bhakti
Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar (kanan) menginterogasi tersangka pembunuh ibu hamil, Indra, saat gelar perkara di Mapolsek Makasar, Jakarta Timur, Rabu (16/12/2020). ANTARA/Andi Firdaus/aa.

Zen mengatakan tersangka sudah lama kesal dengan korban karena kerap meminta dinikahi secara hukum setelah mengandung anak tersangka.

"Tapi permintaan itu selalu ditolak dengan alasan Indra sudah lebih dulu memiliki istri dan anak, penolakan ini membuat Indra dan Hilda selalu bertengkar," kata Zen.

Tersangka diketahui berprofesi sebagai sopir bus Mayasari Bhakti selama enam tahun.

Zen mengatakan kesabaran Indra habis saat mereka bertengkar di dalam bus trayek Kampung Rambutan-Cikarang pada 3 April 2019.

"Korban dipukul balok dan dicekik di dalam bus. Lalu mayatnya dikubur di Taman Kota KM00 Tol Jagorawi, Makasar, bersama tersangka lainnya bernama Unyil," katanya.

Jasad korban ditemukan dalam keadaan setengah terkubur dan sudah membusuk pada 7 April 2019.

Sebelumnya kakak ipar korban, Abudin (45) berharap para pelaku dihukum mati karena dianggap sadis dan menyakiti hati keluarga korban. "Kalau keluarga ingin pelakunya dihukum mati saja," katanya.

Baca juga: Misteri mayat ibu hamil yang dikubur separuh badan di Jaktim terungkap
Baca juga: Polisi tangkap pria pembunuh ibu hamil di Bandung

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Penjelasan PN Jaktim tentang sidang lanjutan Rizieq 12 April mendatang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar