Bank Mandiri beri edukasi kewirausahaan bagi 1.000 pekerja migran

Bank Mandiri beri edukasi kewirausahaan bagi 1.000 pekerja migran

Bank Mandiri menggelar kegiatan Mandiri Sahabatku memberi pelatihan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Johor Bahru, Malaysia, Minggu (8/9/2019). ANTARA/Anang/aa.

kegiatan dilakukan dengan mekanisme online yang dapat diakses oleh pekerja migran dengan mudah dari mana saja dan kapan saja
Jakarta (ANTARA) - Bank Mandiri memberikan edukasi dan monitoring secara virtual kepada 1.000 pekerja migran Indonesia melalui program pemberdayaan kewirausahaan bertajuk Mandiri Sahabatku.

Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri Panji Irawan dalam pernyataan di Jakarta, Senin, menyatakan pelaksanaan kegiatan secara virtual ini dilakukan agar mudah diakses pekerja migran dari wilayah manapun.

"Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mekanisme online yang dapat diakses oleh pekerja migran dengan mudah dari mana saja dan kapan saja, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," katanya.

Ia menjelaskan program yang sudah digelar sejak 2011 telah menyebarkan semangat kewirausahaan kepada lebih dari 13.000 pekerja migran di empat negara yaitu Malaysia, Hong Kong, Jepang dan Korea Selatan.

Pelatihan edukasi dan monitoring yang dimulai sejak November 2020 hingga akhir Februari 2021 ini akan diikuti pekerja migran dari Malaysia, Hong Kong, Singapura, Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia.

Panji mengharapkan ekspansi program Mandiri Sahabatku ini dapat menjaring semakin banyak pekerja migran untuk berkarya dan mandiri di negeri sendiri.

Dengan demikian, pekerja migran dapat menyejahterakan keluarganya sambil tetap berkumpul di rumah, menciptakan lapangan pekerjaan serta berkontribusi nyata bagi masyarakat di sekitarnya dan bangsa Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jaringan & Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto mengungkapkan rangkaian program yang telah berusia sembilan tahun ini terbagi dalam tiga tahapan pelatihan.

Tahapan itu antara lain sebelum penempatan/keberangkatan, saat penempatan di negara tujuan, dan pasca penempatan yaitu saat para pekerja migran kembali ke Indonesia.

Kurikulum tahapan pertama dan kedua telah disesuaikan dengan format online sehingga memungkinkan peserta untuk berkomunikasi dengan tim pengajar atau mentor dari Bank Mandiri dan ZAP Finance, yang menjadi mitra utama.

"Berlanjut ke tahap ketiga yaitu tahapan pekerja migran purna, berupa pendampingan bisnis di tanah air dengan cara magang dan praktek langsung kepada pengusaha sukses yang telah bekerjasama dengan Bank Mandiri," katanya.

Program pasca penempatan ini mencakup program Bapak/Ibu Asuh dengan Astra Honda Motor dan Mandiri Amal insani, yang bertujuan melatih mentalitas kewirausahaan dan mendampingi pekerja migran hingga siap terjun ke lapangan.

Sebagai bentuk pengembangan program Mandiri Sahabatku, Bank Mandiri juga mensinergikan para alumni dengan alumni dari program kewirausahaan lainnya seperti Wirausaha Muda Mandiri (WMM), dan rumah BUMN (dahulu Rumah Kreatif BUMN).

Baca juga: Bank Mandiri siapkan Rp15,1 triliun untuk periode Natal-Tahun Baru
Baca juga: Dubes Hermono: Mengelola uang jadi persoalan pekerja migran
Baca juga: Pekerja Migran Indonesia di Johor Bahru belajar wirausaha

Pewarta: Satyagraha
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bank Indonesia Wujudkan Pesantren Mandiri Atasi Inflasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar