Varian baru COVID-19 Inggris mungkin lebih dapat menginfeksi anak-anak

Varian baru COVID-19 Inggris mungkin lebih dapat menginfeksi anak-anak

Seorang aktor anggota York Theatre Royal berpantomim melakukan tes untuk penyakit virus korona (COVID-19) menjelang pertunjukan malam itu di Acomb Parish Church Hall, di York, Ingrris, Selasa (15/12/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Lee Smith/foc/cfo

Ada petunjuk bahwa virus itu memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk menginfeksi anak-anak
London (ANTARA) - Varian baru virus corona yang menyebar cepat di Inggris membawa mutasi, yang artinya anak-anak bisa rentan terinfeksi seperti halnya orang dewasa, tidak seperti jenis virus sebelumnya, menurut ilmuwan pada Senin.

Para ilmuwan dari New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG), yang sedang menelusuri varian tersebut mengungkapkan virus dengan cepat menjadi varian dominan di bagian selatan Inggris, dan segera bisa melakukan hal serupa di seluruh wilayah.

"Kini kami merasa sangat yakin bahwa varian ini memiliki keunggulan transmisi atas varian virus lainnya yang saat ini berada di Inggris," kata profesor penyakit menular di Universitas Oxford sekaligus kepala NERVTAG, Peter Horby.

Baca juga: WHO terus gali informasi varian baru virus corona Inggris
Baca juga: Ilmuwan di Singapura temukan varian baru virus corona


"Ada petunjuk bahwa virus itu memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk menginfeksi anak-anak," kata Neil Ferguson, profesor sekaligus ahli epidemiologi di Imperial College London dan juga anggota NERVTAG.

"Kami belum menetapkan kausalitas apa pun mengenai itu, namun kami dapat melihatnya melalui data," kata Ferguson. "Kami akan perlu mengumpulkan lebih banyak data untuk melihat bagaimana tindak tanduknya ke depan."

Kemunculan varian SARS-CoV-2 yang bermutasi, yang dikatakan para ilmuwan hingga 70 persen lebih menular daripada jenis virus yang ada di Inggris, mengharuskan sejumlah negara menutup perbatasan mereka dengan Inggris dan mendorong sebagian besar wilayah Inggris untuk menerapkan pembatasan ketat selama Natal.

Profesor NERVTAG lainnya yang juga seorang spesialis virologi di Imperial College London, Wendy Barclay, mengungkapkan bahwa salah satu mutasi dari varian baru adalah perubahan cara memasuki sel manusia, yang kemungkinan artinya "bahwa anak-anak, mungkin, sama-sama rentan terhadap virus ini seperti halnya orang dewasa."

"Oleh sebab itu, mengingat pola perpaduan mereka, maka anda akan melihat lebih banyak anak-anak terinfeksi," kata Barclay.

Sumber: Reuters

Baca juga: WHO sebut belum perlu peringatan keras atas varian baru virus corona
Baca juga: Varian baru virus corona mengguncang pasar, emas jatuh 6,1 dolar AS

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar