Artikel

Budi Sadikin, bankir senior ditantang tuntaskan masalah COVID-19-BPJS

Oleh Indra Arief Pribadi

Budi Sadikin, bankir senior ditantang tuntaskan masalah COVID-19-BPJS

Dokumentasi - Budi Gunadi Sadikin usai penetapan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), di Jakarta, Selasa (2/4/2013). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/am.

Karier Budi berlanjut menanjak setelah dipercaya menjadi Wakil Menteri I BUMN periode 2019—2024 dan Ketua Satgas PEN untuk menangani masalah sosial dan ekonomi akibat pandemi COVID-19.
Jakarta (ANTARA) - Teka-teki pengganti Terawan Agus Putranto akhirnya terkuak pada Selasa sore ini di Istana Merdeka, Jakarta.

Budi Gunadi Sadikin yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri I BUMN dipercaya Presiden RI Joko Widodo untuk menjadi Menteri Kesehatan menggantikan dokter militer dengan pangkat jenderal berbintang tiga itu di Kabinet Indonesia Maju.

Budi Gunadi Sadikin menghadapi tugas besar di depan mata, yakni menyelesaikan masalah penanganan pandemi COVID-19 dan juga prioritas masalah kesehatan lainnya, seperti tunggakan klaim dan tata kelola keuangan BPJS Kesehatan.

Masih banyak pekerjaan rumah di bidang kesehatan yang akan menjadi tantangan besar bagi Budi, sosok ahli keuangan yang pernah memimpin PT Bank Mandiri Persero Tbk. dan juga PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero).

Jabatan yang baru diemban sebagai Menkes bisa dibilang merupakan pertaruhan karier dari sosok bankir berpengalaman itu. Pasalnya, pandemi COVID-19 kini menjadi masalah yang paling krusial dan menyangkut keselamatan jiwa jutaan rakyat Indonesia dan juga dunia.

Pandemi COVID-19 telah membuat Tanah Air ditempa dua krisis sekaligus: krisis kesehatan masyarakat dan krisis ekonomi. Krisis ini pula yang mengantar Indonesia ke jurang resesi ekonomi untuk pertama kali sejak krisis 1998.

Baca juga: Presiden Jokowi umumkan 6 menteri baru Kabinet Indonesia Maju

Selama 10 bulan pandemi COVID-19 di Indonesia, tak terhitung berapa banyak sumber daya yang telah dikerahkan oleh Pemerintah guna mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 ini. Banyak pihak meragukan kepemimpinan Terawan sebagai Menkes dalam menangani pandemi ini.

Presiden akhirnya membuat keputusan untuk mengganti Terawan dengan sosok Budi Gunadi Sadikin, yang selain Wakil Menteri I BUMN, juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.

"Budi Gunadi Sadikin, beliau sebelumnya adalah Dirut Bank Mandiri, kemudian menjadi Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium dan terakhir menjadi Wakil Menteri BUMN dan sekarang kita berikan tanggung jawab untuk memimpin Kementerian Kesehatan," kata Presiden Jokowi di Veranda Istana Merdeka, Selasa ini.

Budi yang namanya melejit sejak menjadi Direktur Utama PT Bank Mandiri memang kerap mendapat kepercayaan dari Presiden Jokowi.

Setelah memimpin Bank BUMN terbesar itu, Budi ditunjuk untuk memimpin PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sekaligus memimpin holding BUMN sektor energi. Saat memimpin Inalum, Budi berperan dalam pengalihan mayoritas saham di tubuh PT Freeport Indonesia ke pemerintah Indonesia.

Karier Budi berlanjut menanjak setelah dipercaya menjadi Wakil Menteri I BUMN periode 2019—2024 dan Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) untuk menangani masalah sosial dan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Dengan jabatan sebagai Ketua PEN, Budi bertugas memastikan anggaran PEN dalam pagu belanja pemerintah untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi terealisasikan dengan tepat sasaran.

"Dana (penanganan COVID-19 dan PEN) tersebut harus segera digunakan demi kemaslahatan masyarakat. Ini harus dikelola dengan baik secara efektif dan efisien, Selain cepat dan tepat, harus transparan dan berbasis data akurat dan akuntabel," kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas mengenai penanganan COVID-19 di pertengahan tahun ini.

Baca juga: Profil - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono

Tugas sebagai Menkes juga mengharuskan Budi untuk membereskan masalah tata kelola keuangan di BPJS Kesehatan. Presiden Jokowi kerap meminta jajaran menterinya untuk memperbaiki tata kelola BPJS Kesehatan dan memastikan BPJS Kesehatan menjangkau seluruh masyarakat tidak mampu agar mendapat fasilitas layanan kesehatan.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, terdapat 222,94 juta peserta per 30 April 2020.

"Hingga 2018 pemerintah telah keluarkan dana kurang lebih Rp115 triliun. Yang sudah disubsidi pemerintah sekitar 150 juta jiwa. Ini angka yang sangat besar. Saya minta betul-betul manajemen tata kelola di BPJS terus dibenahi dan diperbaiki," ujar Jokowi akhir tahun lalu ketika memberikan pernyataan mengenai masalah BPJS Kesehatan.

Budi Gunadi Sadikin adalah pria kelahiran 8 Juli 1964. Dikenal sebagai bankir senior yang berpengalaman. Budi sebenarnya memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Fisika Nuklir lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Perjalanan karier Budi dimulai pada tahun 1988 dengan menjadi Staf Teknologi Informasi IBM Asia Pasifik, Tokyo, Jepang. Setelah itu, Budi dipindah ke IBM Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai System Integration & Professional Services Manager.

Kemudian karier Budi Gunadi Sadikin berlanjut di Bank Bali dengan beberapa jabatan sebagai General Manager Electronic Banking Wilayah Jakarta dan Chief General Manager Human Resources hingga 1999.

Setelah itu, Budi bergabung dengan ABN Amro Bank Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Consumer Banking hingga 2004.

Selanjutnya, da menjadi Executive Vice President Consumer Banking di Bank Danamon dan Direktur di Adira Quantum Multi Finance.

Pada tahun 2006, Budi bergabung ke Bank Mandiri. Sebelum menjadi Direktur Utama Bank Mandiri pada tahun 2013, jabatannya adalah Direktur Mikro dan Retail Banking. Pada tahun 2016, Budi menjadi Staf Khusus Menteri BUMN Rini Sumarno.

Pada Kabinet Indonesia Maju 2019—2024, Budi dipercara Presiden menjadi Wakil Menteri I BUMN dan juga Ketua Satgas PEN. Kini, Budi akan melanjutkan tanggung jawabnya sebagai Menteri Kesehatan RI.

Baca juga: Presiden Tunjuk Gus Yaqut sebagai Menag gantikan Fachrul Razi

Enam Menteri Baru

Selain Budi, Presiden Jokowi juga mengumumkan lima menteri baru Kabinet Indonesia Maju pada hari Selasa (22/12) ini.

"Yang pertama Ibu Tri Rismaharini, saya kira kita tahu semua beliau adalah Wali Kota Surabaya dan saat ini Ibu Tri Rismaharini akan kita berikan tanggung jawab untuk menjadi Menteri Sosial," kata Presiden.

Selanjutnya, Sandiaga Uno yang akan menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kemudian, Presiden juga memanggil Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama.

"Yang keempat adalah Bapak Yaqut Cholil Qoumas beliau adalah pemimpin muslim, Ketua GP Ansor dan kita akan berikan tanggung jawab sebagai Menteri Agama," kata Presiden.

Selanjutnya, Presiden menunjuk Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Kelima, Bapak Sakti Wahyu Trenggono, beliau sekarang ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan dan akan kita berikan tanggung jawab untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan," kata Presiden.

Terakhir, Presiden menetapkan M. Luthfi sebagai Menteri Perdagangan.

Baca juga: Profil - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi

"Terakhir, Bapak M Luthfi beliau sebelumnya Menteri Perdagangan, Duta Besar untuk Jepang, dan Duta Besar Amerika Serikat, dan sekarang kita minta untuk memimpin Kementerian Perdagangan," kata Presiden Jokowi.

Pelantikan enam menteri baru itu akan dilakukan pada hari Rabu, 23 Desember 2020.

Oleh Indra Arief Pribadi
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ditinjau Kapolri & Panglima TNI, Madiun vaksinasi 1.500 orang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar