MPR: Kampus berperan lestarikan kearifan lokal di tengah globalisasi

MPR: Kampus berperan lestarikan kearifan lokal di tengah globalisasi

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (tengah) hadir dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Bali, Selasa. (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta dunia kampus seperti Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa mempertahankan, menjaga, dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di tengah derasnya gempuran arus globalisasi.

Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai tantangan mewujudkan visi membangun UHN I Gusti Bagus Sugriwa sebagai kampus yang terdepan dalam dharma, widya, dan budaya akan semakin kompleks dan dinamis.

"UHN sebagai kampus yang berbasiskan agama, tantangan ke depan tidak hanya dalam hal memperjuangkan dharma sebagai nafas kampus, melainkan juga mempertahankan, menjaga, dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di tengah derasnya gempuran arus globalisasi," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Hal itu dikatakan Bamsoet dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Bali, Selasa.

Baca juga: MPR: Tidak boleh ada pengingkaran terhadap fitrah kebangsaan

Bamsoet menilai, Bali sebagai representasi "wajah pariwisata" Indonesia, juga menjadi pusaran arus peradaban yang masuk melalui kehadiran jutaan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Menurut dia, kehadiran wisatawan memang telah menyumbangkan kontribusi penting dalam memajukan perekonomian namun juga harus menyadari bahwa pariwisata bisa menjadi pintu masuk bagi berbagai paham, yang jika tidak kita sikapi dengan hati-hati, dapat menggerus nilai-nilai kearifan lokal bangsa.

"Daya tarik Bali tidak hanya dari keindahan alamnya, tetapi juga dari keramah-tamahan penduduk dan kekhasan adat istiadat serta budaya, yang sangat kental diwarnai nilai-nilai ajaran agama Hindu," katanya.

Politikus Partai Golkar itu menilai UHN I Gusti Bagus Sugriwa sebagai institusi akademis yang lekat dengan agama Hindu memiliki peran penting untuk menjaga, mempertahankan, dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal tersebut melalui implementasi dharma perguruan tinggi.

Selain itu, dia mengapresiasi kelahiran Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, yang merupakan alih status dari Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2020.

Baca juga: MPR ajak semua elemen perkuat wawasan kebangsaan

Dia menilai UHN tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi umat Hindu, melainkan juga bagi Bangsa Indonesia karena telah memiliki universitas negeri Hindu pertama di Indonesia.

"Penerbitan Perpres tersebut oleh Presiden Joko Widodo merupakan manifestasi pengakuan dan penghormatan negara atas keberagaman dan kemajemukan bangsa," ujarnya.

Dia menilai, dalam konsepsi kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak ada lagi sekat-sekat yang membatasi seperti dikotomi mayoritas-minoritas, termasuk dalam aspek keagamaan, karena semua aspirasi dan kepentingan diperhatikan oleh negara.

Bamsoet menekankan bahwa peningkatan status dari Institut menjadi Universitas juga menghadirkan konsekuensi semakin besarnya tanggung jawab akademis yang harus diemban civitas akademika UHN I Gusti Bagus Sugriwa.

Baca juga: MPR ajak masyarakat terapkan nilai-nilai kebangsaan

"Antara lain pengembangan kampus untuk melahirkan sumber daya manusia yang tidak saja berkualitas dari aspek mutu pendidikan, tetapi juga dari aspek kebangsaan," katanya.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Sore

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar