Klaster lansia terdeteksi COVID-19 sejak dirujuk ke RS Jiwa Grogol

Klaster lansia terdeteksi COVID-19 sejak dirujuk ke RS Jiwa Grogol

Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia II (ANTARA/Devi Nindy)

Dua hari setelah tes usap, barulah didapati dua diantara tiga lansia tersebut positif COVID-19
Jakarta (ANTARA) - Terdeteksinya klaster lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulya II Cengkareng, Jakarta Barat positif COVID-19 diketahui sejak dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Grogol Petamburan pada awal Desember 2020.

Kasubag Tata Usaha PSTW Budi Mulya II Cengkareng Ruddy Muhtar menjelaskan tiga lansia yang merupakan ODMK (orang dengan masalah kejiwaaan) pada awalnya dirujuk ke rumah sakit tersebut pada 7 Desember 2020, karena gangguan mental yang semakin parah.

Baca juga: Ini kronologi klaster COVID-19 di Panti Sosial Lansia Cengkareng

"Di sana prosedurnya setiap pasien harus dilakukan tes cepat, dan dari tiga orang tersebut, ketiga-tiganya reaktif COVID-19," ujar Ruddy di Jakarta, Selasa.

Terhadap ketiga lansia tersebut dilakukan tes usap PCR (polymerase chain reaction) keesokan harinya. Sementara itu, ruangan mereka dipisahkan dengan penghuni panti lainnya.

Dua hari setelah tes usap, barulah didapati dua diantara tiga lansia tersebut positif COVID-19, dan diangkut menuju Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur.

Beberapa hari kemudian, seluruh penghuni dan petugas panti menjalankan tes usap COVID-19. Hasil pada tanggal 21 Desember menunjukkan 61 orang penghuni dan lima orang pegawai panti yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Baca juga: Positif COVID-19, 66 lansia dievakuasi ke RSKD Duren Sawit

Mereka segera dievakuasi ke Rumah Sakit Duren Sawit.

Ruddy menjelaskan dari 61 orang penghuni yang berusia lanjut, 15 di antaranya merupakan ODMK. Namun dia belum bisa menjelaskan kondisi terkini dari para pasien.

Baca juga: PMKS di Jakpus akan jalani tes cepat jika dirujuk ke panti sosial

"Belum ada informasi, cuma memang biasanya lansia kan ada penyakit penyerta, cuma mungkin enggak semua," kata dia.

Di dalam panti sosial tersebut, sebanyak 274 lansia masih menetap dengan kondisi sehat dan negatif COVID-19.

Pihak panti sosial lansia tersebut merencanakan penutupan sementara atau "lockdown" kawasan tersebut dan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk memastikan kesehatan orang-orang yang berada di dalamnya.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar