Vietnam harap ekspansi kerja sama dengan Indonesia ke sektor digital

Vietnam harap ekspansi kerja sama dengan Indonesia ke sektor digital

Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Pham Vinh Quang (tengah) dalam dialog peringatan 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Vietnam yang digelar oleh lembaga penyiaran publik kedua negara. (ANTARA/HO-Kedutaan Besar Vietnam di Jakarta)

Tahun lalu, Vietnam dan Indonesia menyambut 18 juta pengunjung asing. Kita bisa bekerja bersama dan berbagi pengalaman dalam menarik kembali para wisatawan asing di era pascapandemi, di mana kesehatan dan kebersihan memegang peranan kunci,
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Pham Vinh Quang mengatakan bahwa kerja sama bilateral Vietnam dan Indonesia harus diperluas ke sektor baru, termasuk teknologi digital, khususnya untuk situasi perekonomian mendatang pascapandemi COVID-19.

Tahun ini, Indonesia-Vietnam memperingati 65 tahun hubungan diplomatik, namun Quang menyebut situasi wabah sepanjang tahun memberikan dampak sosial-ekonomi serta mengganggu jalannya agenda kemitraan kedua negara.

"Pemerintah kedua negara harus melakukan ekspansi kolaborasi ke bidang-bidang baru, seperti teknologi digital, teknologi baru, hak intelektual, energi bersih, kota pintar, [...] dan ekosistem startup, dengan tujuan meraih peluang Revolusi Industri 4.0," kata Dubes Quang dalam wawancara tertulis dengan ANTARA, Rabu.

Selama ini, Vietnam dan Indonesia melakukan perdagangan bilateral di sektor tradisional kedua negara, seperti pertanian, kehutanan, dan kelautan dari Vietnam serta manufaktur, komponen otomotif, batu bara, kertas, dan minyak sawit dari Indonesia.

Ia memaparkan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, perdagangan kedua negara meningkat hingga 60 persen, dari 5,6 miliar dolar AS pada 2014 menjadi 9,1 miliar dolar AS pada 2019. Dan pada tahun 2020 ditargetkan sebesar 20 miliar dolar AS.

"Namun COVID-19 telah menghalangi kita untuk mencapai target ini, sehingga pemerintah dan pelaku bisnis kedua negara perlu secara proaktif meningkatkan perdagangan dua arah yang kuat, seimbang, dan berkelanjutan untuk meraihnya," kata Quang.

Pandemi COVID-19 juga menjadi pukulan keras bagi sektor pariwisata Indonesia dan Vietnam--sebagaimana pula kebanyakan negara lainnya di dunia, terutama karena aturan pembatasan yang diambil pemerintah sebagai upaya pencegahan penyebaran infeksi lebih lanjut.

Bagaimanapun, Indonesia saat ini mulai mempromosikan kebiasaan baru di bidang pariwisata, baik untuk para wisatawan maupun para pelaku usaha di sektor ini, dengan program InDOnesiaCARE--yang menekankan protokol kesehatan melawan penularan COVID-19 dalam kegiatan wisata.

Sementara Vietnam, dikutip dari situs Lembaga Pariwisata Nasional Vietnam (VNAT), juga melakukan hal serupa dengan meluncurkan aplikasi yang menyediakan informasi perjalanan aman dari COVID-19 bagi wisatawan.

"Tahun lalu, Vietnam dan Indonesia menyambut 18 juta pengunjung asing. Kita bisa bekerja bersama dan berbagi pengalaman dalam menarik kembali para wisatawan asing di era pascapandemi, di mana kesehatan dan kebersihan memegang peranan kunci," kata Dubes Quang.

Pewarta: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar