Trump ancam untuk tidak tandatangani RUU bantuan COVID-19

Trump ancam untuk tidak tandatangani RUU bantuan COVID-19

Presiden AS Donald Trump berjalan melewati deretan pilar West Wing dari Oval Office menuju Rose Garden untuk menyampaikan berita terbaru mengenai "Operation Warp Speed", inisiatif bersama Departemen Pertahanan dan HHS yang mencapai kesepakatan dengan beberapa pabrikan obat dalam upaya membantu mempercepat pencarian pengobatan yang efektif untuk pandemi penyakit virus corona yang sedang berlangsung (COVID- 19) di Gedung Putih, Washington, Amreika Serikat, Jumat (13/11/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria/HP/djo

RUU yang mereka rencanakan untuk dikirim kembali ke meja saya jauh berbeda dari yang diantisipasi,
Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump pada  Selasa mengancam untuk tidak menandatangani rancangan undang-undang (RUU) bantuan virus corona senilai 892 miliar dolar AS atau sekitar Rp12.713 triliun yang mencakup uang yang sangat dibutuhkan untuk individu Amerika.

Trump mengatakan RUU harus diubah untuk meningkatkan jumlah dalam pemeriksaan stimulus.

Ancaman dari Presiden Trump yang akan mengakhiri masa jabatannya kurang dari sebulan, menimbulkan kekacauan upaya bipartisan di Kongres untuk memberikan bantuan bagi orang-orang yang terkena dampak pandemi COVID-19.

Baca juga: Amerika Serikat izinkan penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer
Baca juga: Biden, Sekjen PBB bahas 'penguatan kemitraan' tangani COVID-19


"RUU yang mereka rencanakan untuk dikirim kembali ke meja saya jauh berbeda dari yang diantisipasi," kata Trump dalam sebuah video yang diunggah  di Twitter. "Ini benar-benar memalukan."

Baik DPR dan Senat AS mengesahkan undang-undang tersebut pada Senin malam.

Trump mengatakan dia ingin Kongres meningkatkan jumlah cek stimulus menjadi 2.000 dolar AS atau sekitar Rp28 juta untuk individu atau 4.000 dolar AS atau sekitar Rp57 juta untuk pasangan, daripada 600 dolar AS atau sekitar Rp8,5 juta yang "sangat rendah" untuk individu yang saat ini ada dalam RUU bantuan COVID-19 itu.

Trump juga mengeluhkan uang dalam undang-undang untuk negara asing, Lembaga Smithsonian dan pembiakan ikan, di antara pengeluaran lainnya.

"Saya juga meminta Kongres untuk segera menyingkirkan barang-barang yang boros dan tidak perlu dari undang-undang ini, dan mengirimi saya RUU yang sesuai, atau pemerintahan berikutnya harus mengirimkan paket bantuan COVID. Dan mungkin pemerintahan itu adalah saya ," dia berkata.

Sumber : Reuters

Baca juga: NIH tutup pendaftaran pasien COVID parah pada uji coba pengencer darah
Baca juga: Trump akan terima vaksin COVID usai tim medisnya tentukan yang terbaik

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pengamat: Maslahat kemitraan strategis Indonesia dari Presiden Baru AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar