Vietnam terbuka untuk kerja sama vaksin COVID dengan Indonesia

Vietnam terbuka untuk kerja sama vaksin COVID dengan Indonesia

Menristek/Badan Ristek dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengikuti rapat membahas perkembangan penelitian vaksin Merah Putih oleh Kemenristek/BRIN-LBM Eijkman yang ditargetkan uji klinis dan produksi tahun 2021. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc/aa. (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)

Maka dari itu, Vietnam selalu siap bekerja sama dan bertukar pengalaman dengan Indonesia dan juga negara ASEAN dalam hal pencegahan wabah, penelitian dan produksi vaksin, alat diagnostik, dan pengobatan
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Vietnam menyatakan pihaknya terbuka untuk menjalin kerja sama vaksin COVID-19 dengan Indonesia, demikian keterangan Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Pham Vinh Quang--mengingat Indonesia dan Vietnam masing-masing tengah mengembangkan vaksin dalam negeri.

"Vietnam sedang mencari dan membuka semua peluang kerja sama internasional, termasuk dengan Indonesia, dalam melakukan penelitian dan produksi vaksin COVID-19 untuk keuntungan bersama demi menyediakan vaksin yang paling terjangkau harganya," kata Quang dalam wawancara tertulis dengan ANTARA, Rabu.

Selain menjalin kerja sama bilateral dan multilateral pengadaan vaksin, Indonesia juga mengembangkan Vaksin Merah Putih--yang penelitiannya dilakukan oleh sejumlah lembaga, antara lain Institut Eijkman, dan produksinya oleh perusahaan farmasi negara, Bio Farma.

Baca juga: Vietnam masuk normal baru, Indonesia diharapkan tangkap peluang bisnis
Baca juga: Indonesia, Vietnam sepakat tingkatkan kerjasama, peran global


Pengembangan Vaksin Merah Putih saat ini berada dalam tahap pembuatan bibit, dengan perkiraan dapat diserahkan kepada Bio Farma untuk proses lebih lanjut pada triwulan satu 2021, menurut Menteri Riset dan teknologi RI Bambang Brodjonegoro pada 18 Desember lalu.

Sementara perusahaan farmasi Vietnam, Nanogen Biotechnology, tengah mengembangkan vaksin Nanocovax yang beberapa waktu lalu telah mendapat persetujuan dari Kementerian Kesehatan negara itu untuk diuji klinis tahap pertama kepada manusia.

"Fase (uji coba) kedua dan ketiga akan dilakukan secara berturut-turut pada Maret 2021 dan Agustus 2021 dengan 3.000 sampai 4.000 relawan, atau akan diperbanyak hingga 10.000 relawan," kata Dubes Quang.

Di samping kerja sama bilateral, Vietnam juga menyebut bahwa kerja sama di bawah kerangka kawasan Asia Tenggara juga penting dilakukan, mengingat masih ada risiko terjadinya wabah lain di masa depan karena kondisi dunia saat ini yang mengalami perubahan iklim, polusi lingkungan, dan masalah pangan.

"Maka dari itu, Vietnam selalu siap bekerja sama dan bertukar pengalaman dengan Indonesia dan juga negara ASEAN dalam hal pencegahan wabah, penelitian dan produksi vaksin, alat diagnostik, dan pengobatan," kata Quang memungkasi.

Baca juga: Vietnam negosiasi pengaturan koridor perjalanan dengan Indonesia
Baca juga: Vietnam harap ekspansi kerja sama dengan Indonesia ke sektor digital

Pewarta: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Brunei pimpin ASEAN 2021, prioritaskan kesejahteraan kawasan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar