AMKI galang kolaborasi agar koperasi modern dan UMKM naik kelas

AMKI galang kolaborasi agar koperasi modern dan UMKM naik kelas

Para narasumber dalam acara Outlook Koperasi dan UMKM yang diadakan Angkatan Muda Koperasi Indonesia, (kiri ke kanan) Rozma Suhardi-Pemilik Amy and Cake, Rina Sa’adah-Ketua Umum Pemuda Tani HKTI, Rully Nuryanto-Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Frans Meroga Panggabean-Ketua Umum AMKI, Ahmad Zabadi-Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Charles Sitorus-Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia, dan Lydia Assegaf-Ketua DPP HNSI. ANTARA/HO-AMKI

Kami harap AMKI mampu membantu pemerintah dalam akselerasi perwujudan koperasi digital
Jakarta (ANTARA) - Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) mengalang kolaborasi semua pihak agar koperasi modern dan UMKM naik kelas melalui acara bertema Connecting The Dots: Cooperative-Entrepreneur-Millenial-Digital yang diselenggarakan di Gedung Smesco, Jakarta.

Siaran pers AMKI yang diterima Rabu, menjelaskan acara Outlook Koperasi dan UMKM yang digelar Selasa (22/12/2020) itu menghadirkan perwakilan dari Kemenkop dan UKM, Kemenparekraf, PT Pos Indonesia, HKTI, HNSI dan sejumlah pelaku usaha.

Baca juga: Menkop UKM minta UMKM manfaatkan platform digital

Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop UKM Rully Nuryanto mengungkapkan potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan pada 2025 mencapai 124 miliar dolar AS dengan potensi terbesar di e-commerce sehingga koperasi dan UMKM harus ikut masuk dalam ekosistem digital.

"Gerakan inovasi dan transformasi digital koperasi sudah diinisiasi pemerintah dengan meluncurkan portal idxcoop.kemenkopukm sebagai rumah besar digital bagi koperasi seluruh Indonesia, hingga bisa mendorong pemanfaatan teknologi informasi yang dibutuhkan oleh koperasi. Kami harap AMKI mampu membantu pemerintah dalam akselerasi perwujudan koperasi digital, yang sudah menjadi prioritas dalam meningkatkan pelayanan kepada anggota koperasi," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop dan UKM Ahmad Zabadi. Menurut dia, penting melakukan suatu upaya konsolidasi meningkatkan peran usaha mikro yang berada di sektor informal pengembangan usahanya melalui koperasi.

Ia berharap koperasi menjadi agregator dari para pengusaha mikro dan generasi milenial menjadi offtaker pertama yang dapat mendorong jalinan kemitraan dengan stakeholder.

"AMKI harus mampu menjadi motor penggerak dalam mendorong anak-anak milenial gemar menjadikan koperasi sebagai wadah pengembangan jiwa wirausaha mereka. Sesuai UU Cipta Kerja yang memberi kemudahan masyarakat terkhusus kalangan milenial untuk mengembangkan usahanya dalam wadah koperasi karena untuk mendirikan koperasi cukup dengan sembilan orang, kemudian pelaksanaannya kita dorong pada digitalisasi koperasi," jelas Zabadi.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Inovasi dan Kreativitas Joshua Simanjuntak mengatakan Kemenparekraf mempunyai program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang merupakan program konkret dari UMKM naik kelas.

"Program BBI itu fokus mentransformasi produk lokal sebagai produk pariwisata, terutama pada lima destinasi wisata super prioritas. Banyak produk lokal berpotensi yang bisa bersaing dengan produk impor," katanya.

Ia berharap AMKI dapat berperan sebagai agregator koperasi modern dalam inkubasi pelaku UMKM kreatif dengan melatih dan mendampingi. "Mereka harus naik kelas dan memiliki daya saing global agar jangan sampai mereka hanya menjadi penonton di negeri sendiri," ungkap Joshua.

Sementara Ketua Umum DPN Pemuda Tani HKTI Rina Sa’adah mengungkapkan kaum milenial akan sangat tertarik menggeluti dunia agro, bila pertanian mampu memberi pendapatan yang lebih bagi mereka.

"Untuk itu transformasi digital sangat diperlukan, apalagi kalau kita lihat sekarang human behaviour dalam masa pandemi ini beralih dari yang biasanya tatap muka, belanja dan sebagainya, sekarang beralih ke digital. Ini kesempatan besar bagi Pemuda Tani HKTI dan AMKI dalam mengembangkan dan ekspansi sektor pertanian menuju sektor digital melalui wadah koperasi," ucap penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan ini.

Secara keseluruhan, Ketua Umum AMKI Frans Meroga Panggabean bersyukur atas dukungan dari semua pihak dan menekankan bahwa visi mereka adalah menjadikan koperasi sebagai arus utama untuk pemulihan ekonomi nasional agar dapat bangkit sebagai imbas pandemi COVID-19 dan bagaimana koperasi bisa disukai oleh generasi muda milenial serta menjadi bentuk badan usaha yang berperan signifikan untuk masyarakat.

Dalam acara tersebut hadir pula Owner Amy and Cake, Rozma Suhardi, Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus, dan Founder Ralali.com Joseph Aditya.

Baca juga: Teten sebut penerapan SNI tingkatkan daya saing produk UMKM
Baca juga: Pemerintah targetkan 30 juta UMKM masuk platform digital 2021

Pewarta: Budhi Santoso
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Teten Masduki ingin UMKM naik kelas dan memodernisasi koperasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar