Pengamat: Perombakan kabinet tindakan strategis politik maupun ekonomi

Pengamat: Perombakan kabinet tindakan strategis politik maupun ekonomi

Pengamat politik dari Unwira Kupang Mikhael Rajadmuda Bataona. ANTARA/Bernadus Tokan

Terobosan Risma sangat dibutuhkan oleh NTT yang juga sedang berjuang untuk mengurangi angka kemiskinan pada tahun 2021.
Kupang (ANTARA) - Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Mikhael Rajamuda Bataona mengatakan bahwa perombakan kabinet adalah sebuah tindakan strategis, baik secara politik maupun ekonomi.

"Dibaca dari perspektif politik dan pemerintahan, saya kira cabinet reshuffle atau perombakan kabinet adalah sebuah tindakan strategis, baik secara politik maupun ekonomi," kata pengajar pada Fakultas Ilmu Komunikasi Unwira itu di Kupang, Kamis.

Menurut dia, sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara, Jokowi paham bahwa makin lama kabinet tidak dirombak maka akan makin besar risikonya.

"Setelah dua menteri digarap KPK, tentu saja roda pemerintahan terganggu dan kredibiltas kabinet ini juga down. Itulah alasan mengapa reshuffle wajib dilakukan saat ini," katanya.

Hal yang menarik, menurut dia, adalah dari hasil perombakan kabinet yang dilakukan Jokowi, ada Sandiaga Uno, rival Jokowi pada Pilpres 2019.

Baca juga: Sandiaga Uno akan diskusikan OK OCE dengan jajarannya di Kemenparekraf

"Ini tentu saja sebuah taktik merangkul lawan. Hanya bakal memantik protes dari anggota koalisi yang merasa sudah berdarah-darah membela Jokowi selama pilpres kemarin," katanya.

Menempatkan Sandiaga pada posisi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menurut Mikhael Rajamuda Bataona,  tentu langsung bersentuhan juga dengan visi besar Jokowi memajukan pariwisata di Indonesia dan UMKM serta ekonomi milenial.

Hal yang juga menarik adalah Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial.

"Saya kira Risma adalah tipologi wali kota dengan empati yang sangat kuat kepada warga miskin Surabaya," katanya.

Kemampuannya dalam kerja dengan data dan selalu detail serta fokus, kata dia, menjadi salah satu pertimbangan mengapa Jokowi memilih wali kota perempuan ini.

Risma punya jam terbang yang cukup dalam mengurus kota besar. Akan tetapi, Risma perlu belajar cepat soal mengurus orang miskin di seluruh Indonesia, salah satunya adalah NTT.

"Terobosan Risma sangat dibutuhkan oleh NTT yang juga sedang berjuang untuk mengurangi angka kemiskinan pada tahun 2021," katanya.

Baca juga: Tri Rismaharini: Pesan presiden Bansos 2020 harus kelar 100 persen

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

PM India Narendra Modi umumkan perombakan kabinet terbesarnya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar