Sulsel siapkan ruang pendingin untuk simpan vaksin COVID-19

Sulsel siapkan ruang pendingin untuk simpan vaksin COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr Ichsan Mustari. ANTARA/Nur Suhra Wardyah/am.

yang penting kami siapkan dari provinsi adalah 'cold room' untuk menampung vaksin dari pusat
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan ruang pendingin untuk menampung dan menyimpan vaksin COVID-19 yang rencananya didistribusikan pemerintah pusat pada 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Ichsan Mustari di Makassar, Jumat, mengemukakan bahwa Pemprov Sulsel sedang berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait penyediaan refrigerator vaksin atau kulkas vaksin untuk disiapkan di kabupaten/kota sebelum vaksin didistribusikan di Sulsel.

Baca juga: Lima kabupaten di Sulsel beralih ke zona kuning

"Soal vaksin COVID-19 itu belum tahun ini, rencananya 2021, bulannya juga belum jelas.
Tetapi yang penting kami siapkan dari provinsi adalah 'cold room' untuk menampung vaksin dari pusat untuk distribusi ke kabupaten/kota," ungkapnya.

Pemprov Sulsel juga telah menyediakan anggaran untuk sosialisasi serta berbagai kegiatan dalam mendukung penyaluran dan pelaksanaan vaksinasi di 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

Baca juga: Pemprov Sulsel layani rapid antigen gratis di Bandara Hasanuddin

Baca juga: Wagub Sulsel apresiasi jemaat gereja patuh protokol kesehatan


Salah satunya, kata Dokter Ichsan, ialah menyiapkan tenaga kesehatan sebanyak 1.099 orang. Mereka merupakan tenaga vaksinator yang sudah dilatih untuk 24 kabupaten/kota.

Adapun anggaran yang disiapkan untuk menangani ruang pendingin dan fasilitas lainnya, termasuk pelatihan vaksinator yakni sebanyak Rp8 miliar. Pembelian vaksin langsung dari Kementerian Kesehatan.

"Nanti tentu dalam pembagian vaksin tidak secara merata di 24 kabupaten. Ini akan dihitung berdasarkan risiko COVID-19 di setiap daerah," ujarnya.

Baca juga: Menko Airlangga: Vaksin selain Sinovac akan masuk RI kuartal II-2021

Baca juga: Pemerintah sediakan anggaran pengadaan vaksin Rp73 triliun



 

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar