Satgas: Kesiapan daerah distribusi vaksin COVID-19 sudah cukup baik

Satgas: Kesiapan daerah distribusi vaksin COVID-19 sudah cukup baik

Petugas kesehatan memberikan penanganan lanjutan kepada seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengalami reaksi usai divaksin COVID-19 saat simulasi di lingkungan Kodam IX Udayana, Denpasar, Bali, Kamis (10/12/2020). Simulasi tersebut digelar sebagai persiapan penyuntikan vaksinasi COVID-19 yang rencananya digelar pada Januari 2021. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menyatakan secara umum kesiapan daerah untuk memastikan distribusi vaksin COVID-19 sudah cukup baik.

“Pemerintah pusat terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi vaksin COVID-19 berjalan dengan lancar,” ujar Wiku dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Tim Pakar Satgas: Libur panjang picu penularan COVID-19

Untuk distribusi vaksin akan dilakukan secara bertahap dan diutamakan pada populasi dan wilayah yang berisiko tinggi pada tingkat penularan yang tinggi.

Terkait uji klinis vaksin Sinovac saat ini tengah berlangsung dilakukan di Universitas Padjajaran dan PT Bio Farma, lanjut dia, yang dilakukan melihat dosis yang aman dan efek samping yang mungkin terjadi.

Hasil uji klinis akan disampaikan kepada Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (POM) sebagai syarat untuk dikeluarkannya ermergency use of authorization (EUA).

Sementara terkait vaksin Merah Putih yang sedang dikembangkan Lembaga Biologi dan Molekuler Eijkman, adalah kandidat vaksin yang akan digunakan mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia.

Ditargetkan, setelah lulus uji klinis dan praklinis, diharapkan izin edar dapat dikeluarkan tahun 2021.

“Bibit vaksin Merah Putih berpotensi akan diserahkan oleh Lembaga Biologi dan Molekuler Eijkman kepada PT Bio Farma pada triwulan pertama tahun 2021," kata Wiku.

Pemerintah saat ini tengah gencar mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksinasi dalam mengatasi pandemi COVID-19 agar kekebalan komunitas atau herd Immunity semakin mudah tercapai.

Baca juga: Satgas COVID-19 sebut secara umum semua jenis virus bisa bermutasi

Baca juga: Satgas COVID-19: Kenaikan kasus aktif tidak dapat ditoleransi

Baca juga: Prof Wiku ingatkan kasus aktif COVID-19 Indonesia capai 15,08 persen


“Pemerintah juga memastikan bahwa vaksin yang nanti digunakan aman, berkhasiat minim efek samping dan tentunya halal," kata dia.

Untuk masyarakat yang menolak, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi agar masyarakat patuh dan ikut serta dalam program vaksinasi, agar tercapai herd immunity.


#satgascovid19
#ingatpesanibucucitanganpakaisabun

Pewarta: Indriani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Vaksinasi COVID-19 tahap dua sasar 800 tenaga pendidik Kalbar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar