Komunitas Tuli Temanggung mengikuti pelatihan seni stensil

Komunitas Tuli Temanggung mengikuti pelatihan seni stensil

Seorang anggota Komunitas Tuli Temanggung Bersenyum praktik membuat seni stensil. ANTARA/Heru Suyitno .

merasa senang mendapatkan ilmu yang baru
Temanggung (ANTARA) - Belasan disabilitas tuli yang tergabung dalam Komunitas Tuli Temanggung Bersenyum mengikuti pelatihan seni stensil yang diselenggarakan oleh Graphic Victims Yogyakarta.

Pelatihan yang berlangsung di Sekretariat Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Temanggung, Minggu, juga diisi cerita dari Komunitas Kampung Dongeng Temanggung.

Seniman grafis yang juga Koordinator Graphic Victims Digi Sigit mengatakan seni stensil merupakan salah satu teknik dalam seni grafis. Seni grafis merupakan salah satu varian yang ada dalam seni rupa.

"Biasa kita kenal hanya dua yaitu seni lukis dan patung tetapi sebenarnya ada satu lagi seni grafis atau seni cetak. Salah satu tekniknya dengan stensil ini," katanya.

Baca juga: Dirjen Rehsos bangga produk abon ikan cakalang disabilitas netra

Dalam pelatihan seni stensil ini peserta harus membuat cetakan dari kertas dengan cara melubangi kertas sesuai gambar yang diinginkan. Kemudian cetakan tersebut ditempelkan pada kanvas dan disemprot dengan cat.

"Seni stensil ini cukup sederhana dan bisa menyadarkan kita kalau membuat karya tidak sesulit yang dibayangkan dan ini bagian kita mendekatkan aktivitas kesenian ke publik," katanya.

Ia merasa bersyukur bisa bertemu dengan Sahabat Tuli Temanggung karena ada satu garis merah yaitu bahasa visual.

"Bahasa visual itu yang membuat kita punya relevansi yang sama. Kita sangat berterima kasih dengan penyelenggaraan ini dan harapannya komunitas yang lain melakukan hal yang sama karena apa pun disiplin ilmunya memiliki benang merah," katanya.

Baca juga: Menko PMK dorong perusahaan beri kesempatan ke pekerja disabilitas

Ia mengatakan program mandiri ini bisa dilanjutkan pada teman-teman yang lain melakukan hal yang sama untuk membangun bersama Indonesia untuk lebih baik dan lebih maju.

Sigit berharap melalui pelatihan ini disabilitas tuli Temanggung nantinya bisa mengambil manfaat dari pengalaman estetika ini, setidaknya untuk menjadi bahan membangun semangat bersama.

Ketua Komunitas Tuli Temanggung Bersenyum Dwi Kusuma Wirawan menyampaikan terima kasih kepada Graphic Victims yang telah mengajak teman-teman tuli Temanggung untuk mendapatkan ilmu baru dengan mengikuti pelatihan seni stensil ini.

"Kami merasa senang mendapatkan ilmu yang baru dan pembelajaran yang baru bagi kami. Teman-teman merasa senang sekali dan merasa bahagia dengan pelatihan ini. Kami berharap teman-teman tuli yang lain bisa mendapatkan pelatihan yang sama," katanya.

Baca juga: Kemnaker luncurkan Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Upaya DPD RI buka akses pasar internasional bagi kopi Temanggung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar