Bencana banjir paling banyak terjadi sepanjang 2020

Bencana banjir paling banyak terjadi sepanjang 2020

Warga mendorong sepeda motor di salah satu desa di Lebak, Banten yang terdampak banjir dan tanah longsor pada awal 2020. ANTARA/Muhammad Zulfikar.

ada 16 gempa bumi, tujuh erupsi gunung api, 326 karhutla, 29 kekeringan, 570 tanah longsor, 872 puting beliung, 32 gelombang pasang atau abrasi, dan satu bencana nonalam yakni pandemi COVID-19.
Jakarta (ANTARA) - Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana bahwa banjir merupakan bencana alam yang paling banyak terjadi selama periode 1 Januari hingga 27 Desember 2020 yakni 1.064 kejadian.

Data BNPB yang diterima di Jakarta, Minggu, secara kumulatif terdapat 2.921 kejadian bencana alam yang tersebar di sejumlah provinsi di Tanah Air.

Rinciannya ada 16 gempa bumi, tujuh erupsi gunung api, 326 kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan 29 kejadian, 570 peristiwa tanah longsor, 872 puting beliung, gelombang pasang atau abrasi 32 kejadian dan satu bencana nonalam yakni pandemi COVID-19.

Akibat kejadian bencana alam tersebut, sebanyak 6.423.072 jiwa terpaksa mengungsi yang tersebar di sejumlah daerah di Tanah Air.

Tidak hanya itu, BNPB juga melaporkan sebanyak 370 orang meninggal dunia, hilang 39 orang serta luka-luka 356 jiwa.
Baca juga: BNPB catat 2.676 bencana terjadi pada Januari hingga 10 Desember 2020
Baca juga: SAR gabungan evakuasi warga Makassar yang terjebak banjir


Bencana yang terjadi sepanjang 2020 juga membawa kerugian materi dengan total rumah rusak atau terdata sebanyak 42.430 unit dengan rincian rusak berat 10.109, rusak sedang 6.161 unit rumah, dan rusak ringan 26.160 unit.

BNPB juga melaporkan sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan dengan total 1.543 unit dengan rincian 672 fasilitas pendidikan, 728 unit rumah ibadah dan 143 fasilitas kesehatan.

Selanjutnya, juga dilaporkan sebanyak 134 gedung perkantoran rusak serta 441 unit jembatan rusak yang tersebar di sejumlah provinsi.

Terkait dampak bencana nonalam yakni pandemi COVID-19 yang ditetapkan pemerintah sebagai bencana nasional pada 13 April 2020, hingga kini BNPB melaporkan 713.365 jiwa terkonfirmasi COVID-19.

Selanjutnya, 21.237 jiwa dinyatakan meninggal dunia dan 583.676 jiwa berhasil sembuh atau pulih.

Terakhir, jika melihat sebaran peta kejadian bencana alam, Pulau Sumatera mendominasi dari pulau lainnya yang diikuti Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan serta beberapa kejadian di Papua.
Baca juga: BMKG jelaskan pemicu hujan lebat penyebab banjir di Bandung
Baca juga: TNI-Polri-Basarnas bergerak cepat tangani banjir Gorontalo Utara

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

5 kecamatan di Madiun rawan bencana tanah longsor

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar