Polda Sumbar petakan sejumlah titik rawan macet saat libur Natal

Polda Sumbar petakan sejumlah titik rawan macet saat libur Natal

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol Yofie Girianto Putro. ANTARA.

Padang (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat memetakan sejumlah titik rawan macet yang diprediksi akan terjadi saat libur Natal dan Tahun Baru 2021 di daerah tersebut.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol Yofie Girianto Putro di Padang Minggu mengatakan lokasi yang kerap terjadi macet adalah Padang menuju Kota Bukittinggi.

Menurut dia di sepanjang jalan tersebut ada beberapa kendala yang menyebabkan ada titik yang rawan macet yang terjadi karena padatnya kendaraan yang ada di lokasi tersebut.

Baca juga: Menparekraf tinjau penerapan protokol kesehatan libur Nataru di Bali

Ia mengatakan kemacetan terjadi mulai dari arus lalu lintas yang padat dan laju kendaraan yang pelan yakni sekitar 20 kilometer per jam.

Kemudian ada kendaraan yang mogok ketika mendaki sehingga membuat terjadi kemacetan dan jalur Padang Bukittinggi memang banyak ada sejumlah tanjakan yang agak curam dan membuat pengendara kesulitan.

Setelah itu adanya penyempitan jalan di titik yang merupakan tikungan sehingga membuat kendaraan melaju dengan lambat dan terakhir adanya bekas bebatuan dan tanah akibat longsor yang terjadi sehingga menyebabkan kemacetan.

Menurut dia beberapa titik kemacetan mulai dari perlintasan rel kereta api Lubuk Alung, Sicincin, Silaiang, tanjakan Singgalang Karing, Padang Panjang, Pasar Koto Baru, Padang Lua dan kawasan Bukittinggi.

Dalam mengantisipasi kemacetan Ditlantas Polda Sumbar telah menurunkan 1.188 personel lalu lintas yang bertugas membantu masyarakat di lokasi rawan macet dan rawan kecelakaan.

Baca juga: Polda Sumsel siagakan 63 pos pelayanan mudik Natal-Tahun Baru

"Kita sudah petakan dan coba melakukan antisipasi agar masyarakat nyaman dan aman dalam berkendara," kata dia.

Selain jalur tersebut ada kawasan kelok sembilan yang coba dibersihkan dari pedagang kaki lima di sepanjang jalur tersebut karena kehadiran mereka membahayakan pengendara.

"Mobil di sana melaju dengan kencang dan memang tidak boleh ada pedagang di jalur tersebut," kata dia.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap di rumah dalam masa pandemi COVID-19 agar meminimalkan penyebaran pandemi dan apabila terpaksa keluar harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Selalu disiplin agar terhindar dari virus COVID-19 ini," kata dia.

Baca juga: KAI Daop Madiun layani 79.665 penumpang selama libur Natal 2020
Baca juga: The Nusa Dua terapkan protokol CHSE selama libur Natal - Tahun Baru


Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Anggota Komisi III DPR minta Polda Sumbar tuntaskan mafia tanah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar