Laporan dari Kuala Lumpur

Sekretaris sebut aset tanah Muhammadiyah capai 21 juta meter persegi

Sekretaris sebut aset tanah Muhammadiyah capai 21 juta meter persegi

Webinar Refleksi Akhir Tahun PCIM Malaysia – PCIM Taiwan mengenai “Nilai Strategis Big Data bagi Persyarikatan Muhammadiyah”, Ahad (27/12). ANTARA Foto/Agus.

Ada yang sudah dimanfaatkan dan 50 persen belum dimanfaatkan
Kuala Lumpur (ANTARA) - Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Agung Danarto, MAg menyebutkan aset tanah yang dimiliki organisasi itu mencapai tidak kurang dari 21 juta meter persegi.

"Saya percaya tidak kurang dari jumlah tersebut. Suatu jumlah yang banyak. Ada yang sudah dimanfaatkan dan 50 persen belum dimanfaatkan," ujar Agung saat Webinar Refleksi Akhir Tahun Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia – PCIM Taiwan mengenai “Nilai Strategis Big Data bagi Persyarikatan Muhammadiyah”, diikuti dari Kualalumpur, Minggu.

Diskusi menampilkan Agung Danarto dan Drs. M Agus Samsudin, MM (Ketua MPKU PP Muhammadiyah) sebagai pemantik.

Baca juga: PCIM Malaysia - UHAMKA peringati Nuzulul Qur'an via zoom

Sedangkan sebagai pembicara Dr. Sukadiono, MM (Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya), Dr. Sonny Zulhuda (Ketua PCIM Malaysia dan Dosen IIU Malaysia), Reza Ismail (Founder/CTO LedgerX International – Chulia Group) dan Andi Azhar, MBA (Ketua PCIM Taiwan, Kandidat Doktor di Asia University Taiwan) sedangkan moderator Ahmad Shidqi (MPIH PCIM Malaysia).

"Dulu saya mengira tanah wakaf yang belum dimanfaatkan ukurannya kecil-kecil ternyata setelah saya di PP tidak semuanya kecil, yang hektaran juga tidak sedikit, 9.000 meter di daerah cukup strategis," katanya.

Baca juga: PCIM Malaysia bikin baksos bantu WNI kena lockdown

Pada kesempatan tersebut Agung menjelaskan Muhammadiyah sudah mendirikan Pusat Syiar Digital Muhammadiyah, website jejaring Muhammadiyah dan analisis media sosial.

"Program ini sudah jalan tetapi untuk big data Walaupun sudah dicanangkan dan penanggung jawab ada sampai saat ini big data belum jalan. Barangkali kalau di Muhammadiyah kalau tidak langsung dimanfaatkan data yang sifatnya murni terkadang semangat mencarinya susah sehingga perlu dipaksa bahwa big data sangat penting," katanya.

Dia mengatakan Muhammadiyah sebenarnya merupakan asosiasi puluhan ribu LSM yang semua bergerak secara semi otonom.

Baca juga: PCIM Malaysia - Bank Muamalat jalan sehat bersama WNI

"Secara struktural Muhammadiyah saat ini memiliki 13.693 Pimpinan Ranting, 4.850 Pimpinan Cabang, dan 461 Pimpinan Daerah. Dalam struktur tersebut ada Organisasi Otonom (Ortom), belum lagi ada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di berbagai daerah hingga pelosok," katanya.

Dia mengatakan masing-masing entitas berjalan secara otonom, inisiatif sendiri dan membiayai sendiri sehingga big data penting.

"Ini sesuatu yang besar tetapi belum optimal. Dari entitas besar ini hanya masing-masing lidi untuk membersihkan halaman, walaupun lidi banyak tetapi tidak efektif bersihkan halaman. Yang dibutuhkan bagaimana lidi banyak dijadikan ikatan yang kemudian dipakai menyapu halaman. Ini perlu dukungan big data," katanya.

Baca juga: Diskusi dengan Wakil Ketua MPR digelar PCIM Malaysia

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Hubungan memburuk, Malaysia usir semua diplomat Korea Utara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar