BKKBN buat Program Keluarga Berencana Rumah Sakit tekan stunting

BKKBN buat Program Keluarga Berencana Rumah Sakit tekan stunting

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). ANTARA/Muhammad Zulfikar.

Ada 4,8 juta ibu melahirkan setiap tahunnya
Jakarta (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan membuat Program Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS) pada 2021 yang salah satu tujuannya yakni menekan angka stunting atau kekerdilan di Tanah Air.

"Ada 4,8 juta ibu melahirkan setiap tahunnya, dan itu harus kita kejar agar mereka menjadi peserta kontrasepsi sehingga jarak melahirkan lebih dari tiga tahun," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo pada diskusi daring dengan tema "cegah stunting untuk generasi berkualitas" yang dipantau di Jakarta, Senin.

Harapannya, melalui program tersebut maka jarak kehamilan perempuan di Tanah Air bisa lebih dari tiga tahun. Sehingga, kehamilan berikutnya tidak melahirkan anak yang stunting.

Hasto mengatakan orang-orang yang baru menikah pada umumnya 80 persen di tahun pertama sudah hamil.

Ia menilai masyarakat Indonesia memiliki pandangan menikah adalah untuk mendapatkan keturunan baru. Sedangkan di negara-negara maju, menikah dimaknai sebagai sebuah rekreasi atau mendapatkan perlindungan.

Baca juga: Kepala BKKBN: ASI eksklusif mencegah anak stunting

Baca juga: ASI eksklusif mesti selaras upaya penurunan kehamilan tak dikehendaki


"Akhirnya pernikahan identik dengan kehamilan dan kelahiran," ujar dia.

Secara umum stunting memiliki kontribusi yang besar dengan bayi-bayi yang lahir. Sekitar 23 persen bayi yang lahir memiliki ukuran tinggi dan berat badan di bawah standar.

Bayi yang lahir di bawah standar tersebut yakni berat badan tidak sampai 2,5 kilogram dan panjang 48 centimeter. Oleh sebab itu, Hasto mengingatkan gizi, nutrisi dan kesiapan ibu hamil menjadi penting sekali untuk mencegah stunting pada anak.

Senada dengan itu, Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan (DPW) Indonesia dr Erni Guntarti Tjahjo Kumolo mengatakan perempuan memiliki peran besar dalam mencegah stunting.

Setidaknya, hal itu dapat dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing dengan memainkan peran sebaik mungkin yakni sebagai istri, ibu maupun perempuan mandiri.

Baca juga: BKKBN: Peran kaum ibu besar untuk cegah stunting

Baca juga: Kekurangan asupan gizi pada ibu hamil berdampak stunting pada anak

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BKKBN perkuat program penurunan angka stunting di Jambi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar