Kasus positif COVID-19 di Mataram bertambah 17 orang

Kasus positif COVID-19 di Mataram bertambah 17 orang

Ilustrasi - Kegiatan rapid test yang dilaksanakan terhadap karyawan LKBN ANTARA Biro Nusa Tenggara Barat, untuk memastikan semua karyawan bebas COVID-19 sekaligus antisipasi penambahan kasus positif COVID-19 dari kluster perkantoran. ANTARA/Nirkomala.dok.

Mataram (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan pasien baru terkonfirmasi positif COVID-19 pada Senin, pukul 12.00 Wita, bertambah 17 orang dan merupakan kluster perkantoran, sehingga pasien COVID-19 yang masih dirawat sampai saat ini menjadi 62 orang.

"Sebanyak 17 orang tambahan pasien positif COVID-19, terindikasi merupakan kluster perkantoran dan sebagian besar berasal dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Provinsi NTB," kata Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 I Nyoman Swandiasa di Mataram, Senin.

Menurutnya, kasus positif baru COVID-19 tersebut terindikasi berasal dari salah satu kantor yang beberapa pegawainya sudah melakukan perjalanan dinas ke Jakarta dan Bali.

"Sepertinya mereka yang sudah melakukan perjalan dinas ini menularkan ke rekan-rekan kerjanya. Semua yang terkonfirmasi positif, sudah dirawat dan melakukan isolasi di rumah sakit sementara di Asrama Haji," katanya.

Baca juga: RSUD Mataram siapkan pelayanan tes cepat antigen COVID-19

Baca juga: Disdik Mataram tunda simulasi belajar tatap muka


Dari hasil evaluasi, penambahan kasus positif tersebut terindikasi akibat mobilitas tinggi yang dilakukan pegawai dari instansi vertikal yang menuntut mereka ke luar daerah.

"Karena itu, Gubernur NTB dan Wali Kota Mataram melakukan pengetatan untuk pegawai dan ASN membatasi untuk keluar daerah," kata Swandiasa yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram.

Lebih jauh Swandiasa mengatakan tren peningkatan kasus positif baru COVID-19 sejak pekan kedua Desember 2020, berdampak pada meningkatnya status Kota Mataram dari zona risiko ringan (kuning) menjadi zona oranye (risiko sedang).

"Untuk mencegah terjadinya penambahan kasus positif COVID-19, pemerintah kota terus mengajak dan mengingatkan masyarakat agar tidak abai menerapkan protokol kesehatan COVID-19, dengan gerakan 3M (masker, mencuci tangan dan menjaga jarak)," katanya.

Dengan penambahan 17 pasien positif baru COVID-19 tersebut, maka jumlahnya menjadi 1.392 orang, dimana 1.236 orang dinyatakan sembuh, 94 orang meninggal dan 62 masih dirawat.*

Baca juga: Pasien positif COVID-19 meninggal di Mataram bertambah

Baca juga: Bawaslu Mataram temukan pelanggaran prokes COVID-19 saat kampanye

Pewarta: Nirkomala
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

442 wartawan di Surabaya jalani vaksinasi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar