Wapres harap sektor perumahan dorong percepatan PEN

Wapres harap sektor perumahan dorong percepatan PEN

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberi sambutan pada FGD “Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan” yang diselenggarakan secara virtual dari Jakarta, Senin (28/12/2020). ANTARA/HO-Asdep KIP Setwapres.

Sektor ini memacu kurang lebih 175 industri lainnya dan bisa menyerap tenaga kerja sekitar 4,23 juta orang
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap pembangunan perumahan, melalui Program Satu Juta Rumah, dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) serta pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen di tahun 2021.

"Pada 2021, Pemerintah berharap ekonomi Indonesia bisa tumbuh lima persen. Salah satu sektor strategis yang diharapkan mampu mendukung target tersebut adalah sektor perumahan," kata Wapres Ma’ruf dalam Focussed Group Discussion (FGD) "Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan" yang diselenggarakan secara virtual dari Jakarta, Senin.

Wapres menilai perumahan merupakan sektor strategis dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional karena pembangunannya berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, serta memiliki efek berantai dan menyerap tenaga kerja secara signifikan.

"Sektor ini memacu kurang lebih 175 industri lainnya dan bisa menyerap tenaga kerja sekitar 4,23 juta orang," ujarnya.

Baca juga: Wapres: Pembangunan rumah berdampak pada kualitas SDM

Baca juga: Wapres: Program satu juta rumah tak capai target karena pandemi


Selain itu, pengeluaran rumah tangga dari sektor tersebut juga meningkatkan PDB sebesar 0,6 sampai 1,4 persen serta mampu tumbuh positif di tengah tekanan pandemik COVID-19.

Sebelum pandemik COVID-19 melanda, realisasi pembangunan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), selalu mencapai target setiap tahunnya, kata Wapres.

Melalui Program Satu Juta Rumah, yang dicanangkan sejak 2015, telah terbangun sebanyak 5,6 juta unit rumah, dimana sebagian besar di antaranya dinikmati oleh MBR.

Namun, di tahun 2020 capaian Program Satu Juta Rumah tersebut tidak sesuai target akibat pandemik COVID-19 yang membuat Pemerintah menerapkan kebijakan yang berdampak pada kegiatan pembangunan.

Pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Apartemen juga menurun drastis, yakni dari 7,99 persen pada 2019 menjadi hanya 2,05 persen pada kuartal ketiga tahun 2020, tukasnya.

"Akibat pandemik ini, pertumbuhan sektor real estate pada kuartal ketiga tahun 2020 juga jauh di bawah angka pertumbuhan pada 2019, yang mencapai 5,49 persen," tutur-nya.

Oleh karena itu, Wapres berharap sektor perumahan dapat meningkat signifikan pertumbuhannya di 2021 sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemik.

Baca juga: Kemenkeu beri pinjaman ke Perumnas untuk penyediaan satu juta rumah

Baca juga: Kementerian PUPR siapkan skema penyediaan rumah untuk milenial


Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wapres: Harkonas momentum cintai produk dalam negeri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar