Tingkat pemanfatan tempat tidur RS di Indonesia capai 64,10 persen

Tingkat pemanfatan tempat tidur RS di Indonesia capai 64,10 persen

Tangkapan layar - Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Prof. dr. Abdul Kadir (kiri) dalam konferensi pers virtual yang dipantau dari Jakarta pada Senin (28/12/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

kita harapkan nantinya rumah sakit-rumah sakit yang masih kurang utility atau BOR-nya masih rendah itu masih dapat menampung lemparan pasien dari rumah sakit yang sudah penuh
Jakarta (ANTARA) - Tingkat pemanfaatan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit Indonesia 64,10 persen dengan sembilan provinsi memiliki BOR di atas rata-rata nasional, kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Prof. dr. Abdul Kadir.

"Secara nasional tingkat pemanfaatan tempat tidur untuk seluruh Indonesia berada pada posisi 64,10 persen. Itu adalah secara nasional," katanya dalam konferensi pers virtual yang dipantau dari Jakarta pada Senin.

Namun, ia juga mengatakan terdapat sembilan provinsi yang memiliki tingkat BOR di atas rata-rata nasional.

Kesembilan provinsi itu, adalah Banten dengan tingkat pemanfaatan tempat tidurnya telah mencapai 85 persen, disusul DKI Jakarta dengan 84 persen, Jawa Barat 83 persen, D.I. Yogyakarta 80 persen, dan Kalimantan Tengah 79 persen.

Baca juga: Kemenkes imbau RS tambah kapasitas tempat tidur pasien 30-40 persen

Selain itu, terdapat pula Jawa Timur dengan BOR 77 persen, Jawa Tengah dengan 76 persen dan Sulawesi Selatan dengan tingkat pemanfaatan tempat tidur sebesar 69 persen.

"Artinya beberapa daerah ini sudah berada pada zona merah. Artinya kapasitas tempat tidurnya tergunakan sekarang sudah berada di zona merah, sehingga peningkatan sedikit pun akan menyebabkan rumah sakit akan kewalahan," kata Kadir.

Dia menyoroti bahwa khusus untuk rumah sakit rujukan di DKI Jakarta tempat tidur isolasi pasien COVID-19 sudah berada di posisi 85,16 persen. Namun, tingkat pemanfaatan atau BOR rumah sakit rujukan di Jakarta tidak merata.

Hal itu menyebabkan ada rumah sakit seperti milik TNI, Polri, BUMN, pemerintah daerah dan swasta ternyata masih memiliki tempat tidur yang cukup.

"Maka kita harapkan nantinya rumah sakit-rumah sakit yang masih kurang utility atau BOR-nya masih rendah itu masih dapat menampung lemparan pasien dari rumah sakit yang sudah penuh," katanya.

Baca juga: Menkes siapkan tambahan tempat tidur di RSCM tampung pasien COVID-19
Baca juga: Pemerintah: Ketersediaan tempat tidur di RS sesuai ketentuan WHO


#satgascovid19
#ingatpesanibu
#jagajarak
​​​​​​​#pakaimasker

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kasus aktif meningkat, Menkes minta RS tambah tempat tidur 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar