Liga 1 Indonesia

Tiga pemain asing tinggalkan Persebaya Surabaya

Tiga pemain asing tinggalkan Persebaya Surabaya

Foto Dok - Pesepak bola Persebaya David Da Silva (kanan) dan Mahmoud Eid (tengah) melakukan seleberasi bersama rekannya Irfan Jaya (kiri) usai mencetak gol ke gawang Sabah FA saat pertandingan persahabatan internasional di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, pada Februari 2020. (ANTARA/Moch Asim)

Surabaya (ANTARA) - Sebanyak tiga pemain asing meninggalkan tim Persebaya Surabaya seiring dihentikannya kompetisi Liga 1 Indonesia akibat pandemi COVID-19 dan belum pastinya agenda serta jadwal kompetisi tertinggi di Tanah Air.

Manajer Candra Wahyudi di Surabaya, Senin, menegaskan manajemen menghormati keputusan para pemain asingnya.

"Dari awal PSSI tidak bisa memberi jaminan kepastian kelanjutan kompetisi. Dan, situasi itu berlangsung sampai sekarang ini," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Persebaya.

Ketiga pemain yang sudah meninggalkan skuad "Bajul Ijo" yaitu David Aparecido da Silva (Brazil) dan Makan Konate (Mali), lalu kali ini disusul Mahmoud Eid (Swedia).

Baca juga: Persebaya: Sudahi saja kompetisi Liga 1
Baca juga: Pemkot Surabaya siap ajukan kasasi sengketa Wisma Persebaya


Persebaya Surabaya meminta situasi seperti ini menjadi perhatian serius PSSI sehingga tidak sampai reputasi kompetisi Liga Indonesia semakin pudar akibat ketidakpastian situasi.

"PSSI harus segera menentukan status kompetisi. Semakin tidak jelas maka daya tarik kompetisi semakin pudar. Hal itu, membuat pemain asing berpikir ulang untuk bermain di Indonesia," katanya menambahkan.

Baca juga: Liga Indonesia : Corona dan dagelan sepak bola kita

Sementara itu, Mahmoud Eid mengaku sangat ingin bertahan, bahkan saat David dan Makan Konate pamitan, ia memilih teguh pada pendiriannya.

"Tapi karena situasi di Indonesia belum menentu. Sisi lain, saya dengar katanya PSSI akan beri kepastian sebelum Desember berakhir. Karena itu saya tunggu sampai Natal. Siapa tahu sudah ada kabar baik. Ternyata situasi tidak berubah," katanya.

Pemain berposisi sebagai penyerang sayap itu sejak November lalu sudah pulang ke Swedia.

"Saya mohon maaf kepada Persebaya dan Bonek atas keputusan ini. Saya ingin sekali bertahan. Tetapi, situasi belum memungkinkan. Semoga secepatnya segera ada kepastian kompetisi," katanya.

“Saya sampaikan terima kasih pada Pak Azrul, Pak Candra dan jajaran manajemen Persebaya. Coach Aji, Coach Mustaqim, Coach Uston, Coach Bejo dan jajaran tim pelatih. Rekan-rekan pemain. Dan tentu saja khusus buat Bonek. Terima kasih semua atas kebersamaan yang terjalin selama ini. Saya pasti sangat merindukan Persebaya dan Surabaya," pungkas Mahmoud Eid.

Baca juga: Teco perpanjang kontrak bersama Bali United
Baca juga: Syahrian Abimayu resmi berseragam Johor Darul Takzim
Baca juga: Persib Bandung desak PSSI segera beri kepastian kompetisi

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Persebaya juara Piala Gubernur Jatim

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar