Wamen LHK: Restorasi gambut dan mangrove butuh pendekatan pentahelix

Wamen LHK: Restorasi gambut dan mangrove butuh pendekatan pentahelix

Tangkapan layar - Wakil Menteri LHK Alue Dohong dalam upacara serah terima jabatan Kepala BRGM yang dipantau secara virtual dari Jakarta, Selasa (29/12/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Untuk melakukan rehabilitasi dan restorasi tersebut diperlukan kolaborasi dan pelibatan semua pihak.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong mengatakan restorasi gambut dan mangrove membutuhkan pendekatan pentahelix di mana semua unsur masyarakat dan pemerintah bekerja sama untuk mencapai target yang diinginkan.

Dalam sambutannya pada upacara serah terima jabatan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Alue menekankan bahwa pendekatan pentahelix itu  penting untuk mewujudkan pemulihan gambut dan mangrove sesuai dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo.

"Selalu berkolaborasi, saya yakin bahwa semuanya tidak bisa kita lakukan sendiri. Pentahelix harus kita jalankan supaya kita melibatkan sebanyak-banyaknya orang di dalam menyelesaikan pekerjaan, tugas dan kewajiban, termasuk dalam melakukan kegiatan restorasi gambut dan mangrove," kata Wamen Alue dalam acara yang dipantau secara virtual dari Jakarta, Selasa.

Baca juga: Kepala BRGM: Desa Peduli Gambut garda terdepan perlindungan gambut

Alue menekankan bahwa BRGM sebagai lembaga pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam mencapai target restorasinya yaitu 1,2 juta hektare (ha) untuk lahan gambut dan 600.000 ha untuk kawasan mangrove. Apalagi karena wilayah kerja BRGM juga bertambah dari sebelumnya tujuh provinsi fokus restorasi gambut kini ditambah enam provinsi untuk rehabilitasi mangrove atau bakau.

Untuk melakukan rehabilitasi dan restorasi tersebut diperlukan kolaborasi dan pelibatan semua pihak.

Alue berharap dengan pelantikan Hartono sebagai Kepala BRGM yang baru maka komunikasi, integrasi dan koordinasi antara kementerian, lembaga serta pemerintah bisa lebih ditingkatkan.

"BRGM tidak bisa jalan sendiri, jadi harus bersama-sama bergandengan tangan. Dengan demikian sasaran yang besar itu, target yang besar itu, terasa lebih ringan kalau kita lakukan secara bersama-sama," demikian ujar Alue.

Baca juga: Bertambah tugas, BRGM siap fasilitasi restorasi gambut dan mangrove

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menteri LHK apresiasi program kampung iklim Kota Tangerang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar