Survei: Elektabilitas Prabowo Subianto ditempel ketat Ganjar Pranowo

Survei: Elektabilitas Prabowo Subianto ditempel ketat Ganjar Pranowo

Hasil survei Polmatrix Indonesia terkait elektabilitas capres. (ANTARA/HO-Polmatrix Indonesia)

Jakarta (ANTARA) -
Survei yang dilakukan oleh Polmatrix Indonesia menunjukkan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ditempel ketat oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
 
"Prabowo Subianto menguat sebagai calon presiden 2024, ditempel ketat oleh Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil, menjadikan posisi tiga besar makin mantap dikuasai oleh ketiga figur tersebut," kata Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa.
 
Dalam tiga bulan terakhir, elektabilitas Prabowo Subianto menguat, setelah sebelumnya sempat turun dari survei pada bulan Mei 2020.
 
Eektabilitas Prabowo mencapai 19,8 persen atau naik dari sebelumnya 18,5 persen (September) dan 18,9 persen (Mei). Disusul Ganjar sebesar 17,1 persen, melesat dari 13,9 persen (September) dan 13,7 persen (Mei).
 
Sedangkan Kang Emil 15,5 persen, naik terus dari 11,1 persen (September) dan 7,9 persen (Mei).
Sementara itu, posisi Anies Baswedan dan Sandiaga Uno terus melorot. Elektabilitas Anies tersisa 7,0 persen, turun terus dari 10,6 persen (September) dan 12,8 persen (Mei).
 
Sedangkan Sandiaga Uno 6,3 persen, turun dari 8,4 persen (September) dan 8,6 persen (Mei).
 
Menurut Dendik, rivalitas masih berlangsung di antara para tokoh berlatar belakang kepala daerah.
 
"Kang Emil yang memilih bersikap berseberangan dengan pemerintah pusat lebih mampu meraih dukungan publik dibandingkan Anies yang terkesan tidak menunjukkan prestasi apa-apa," kata Dendik.
 
Hal berbeda ditunjukkan oleh Ganjar yang cenderung pro-pusat dan tetap berhasil memperbesar dukungan elektoral.
 
Kepala daerah lainnya adalah Khofifah Indar Parawansa, elektabilitasnya 5,5 persen, naik sedikit dari 5,2 persen (September) dan 5,6 persen (Mei). Sedangkan Tri Rismaharini yang baru saja dilantik sebagai Menteri Sosial elektabilitasnya naik menjadi 3,3 persen, dari 1,6 persen (September) dan 3,0 persen (Mei).
 
"Berbeda dengan Risma yang menguat, Sandi justru anjlok setelah diangkat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam reshuffle kabinet terbaru," lanjut Dendik.
 
Mantan cawapres Prabowo itu kini sama-sama menjadi pembantu Jokowi-Ma’ruf. Di media sosial bahkan netizen menyatakan kekecewaan bergabungnya Sandi ke dalam pemerintahan.
 
Pada jajaran papan tengah elektabilitas capres ada nama-nama seperti Erick Thohir (2,2 persen) dan Agus Harimurti Yudhoyono (2,1 persen).
 
"Pada posisi tersebut diam-diam Giring Ganesha memimpin dengan elektabilitas mencapai 2,5 persen, naik dari sebelumnya 1,7 persen (September)," tuturnya.
 
Seperti diketahui, Giring yang merupakan Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) aktif berkeliling Tanah Air. Pada setiap kesempatan Giring kerap menyatakan kesiapan dirinya maju sebagai capres 2024.
 
Selain itu ada nama-nama seperti Puan Maharani (1,4 persen), Mahfud MD (1,1 persen), dan Rizieq Shihab (1,0 persen).
 
"Rizieq yang sepulang dari pengasingannya di Arab Saudi digadang-gadang sebagai capres potensial nyatanya hanya menuai dukungan yang tidak signifikan," ujar Dendik.
 
Nama-nama lain masih di bawah 1 persen, dan tidak tahu/tidak jawab 11,4 persen. Survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada 20-25 Desember 2020 kepada 2.000 orang responden mewakili 34 provinsi.
 
Survei dilakukan melalui telepon terhadap responden survei sejak 2019 yang dipilih acak. Margin of error survei sebesar ±2,2 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.
 

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Deretan nama perempuan yang masuk radar kandidat presiden 2024

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar