RSUD Kudus tambah ruang isolasi COVID-19 dengan memanfaatkan ruang VIP

RSUD Kudus tambah ruang isolasi COVID-19 dengan memanfaatkan ruang VIP

Ruang perawatan Paviliun Anggrek yang merupakan ruang VIP di Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kini diubah menjadi ruang isolasi perawatan pasien COVID-19. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kami berharap rumah sakit swasta juga menambah kapasitas jumlah tempat tidur
Kudus (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai rumah sakit rujukan penanganan pasien COVID-19 menambah kapasitas jumlah tempat tidur perawatan pasien COVID-19 dengan memanfaatkan ruang perawatan VIP sebagai langkah antisipasi lonjakan pasien COVID-19.

"Dengan adanya penambahan 18 tempat tidur di ruang Paviliun Anggrek, maka di RSUD Kudus ada 137 tempat tidur untuk perawatan pasien COVID-19," kata Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar di Kudus, Selasa.

Jumlah tersebut, kata dia, belum termasuk 10 tempat tidur yang ada di ruang ICU (Intensive Care Unit) yang juga khusus untuk pasien COVID-19.

Penambahan kapasitas tempat tidur untuk pasien COVID-19 tersebut, tidak terlepas dari surat Gubernur Jateng yang meminta rumah sakit pemerintah yang menjadi rujukan penanganan pasien COVID-19 untuk menambah kapasitas tempat tidurnya.

Hal itu menyusul meningkatnya kebutuhan kamar karena kenaikan tren terkonfirmasi positif COVID-19.

Baca juga: 14 guru SMP 3 Jekulo Kudus terkonfirmasi positif COVID-19

Baca juga: Lebih tinggi dari Jateng, kematian COVID-19 di Kudus 11,03 persen


"Mulai hari ini (29/12), ruang anggrek digunakan dan saat sekarang sudah ada satu pasien COVID-19," ujarnya.

Meskipun ruangannya VIP, siapapun berhak memperoleh ruangan VIP di Anggrek II tersebut dengan pelayanan terstandarisasi karena tujuannya untuk antisipasi lonjakan kasus COVID-19.

Untuk pasien umum yang biasanya menggunakan ruangan VIP, maka dialihkan ke ruang Edelweis 3 dan 4 dengan standar pelayanan yang sama.

Terkait dengan rumah sakit swasta, Abdul Aziz Achyar yang juga Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kudus mengakui belum memberikan surat edaran untuk penambahan ruang isolasi menindaklanjuti surat gubernur.

"Kami berharap rumah sakit swasta juga menambah kapasitas jumlah tempat tidur untuk pasien COVID-19 sehingga ketika ada lonjakan pasien bisa tertangani," ujarnya.

Baca juga: Jumlah pasien COVID-19 sembuh di Kudus semakin bertambah

Baca juga: Kudus lakukan pemeriksaan massal pada warga rentan tertular COVID-19

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar