LPS catat simpanan masyarakat tumbuh 10,91 persen

LPS catat simpanan masyarakat tumbuh 10,91 persen

Ilustrasi - Suasana transaksi perbankan di Bank Sinar Mas cabang pembantu di The Breez,Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (10/1/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama.

Di pertengahan tahun 2020 akibat pandemi, masyarakat terutama nasabah dengan simpanan jumbo menahan spending-nya
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan masyarakat di 110 bank umum per November 2020 mencapai Rp6.701 triliun atau naik 10,91 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp6.042 triliun.

"Di pertengahan tahun 2020 akibat pandemi, masyarakat terutama nasabah dengan simpanan jumbo menahan spending-nya, baik untuk konsumsi bagi nasabah perorangan maupun untuk investasi bagi nasabah korporat," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa.

Sedangkan secara bulanan, jumlah simpanan masyarakat di bank umum itu meningkat 0,15 persen dari Rp6.691 triliun pada Oktober 2020.

Untuk jumlah rekening simpanan pada November 2020 mencapai 344,5 juta rekening atau tumbuh 14,24 persen dibandingkan periode sama pada 2019.

Ia menyimpulkan bahwa penyebaran dana simpanan perbankan sudah merata pada beberapa segmen khususnya nasabah yang memiliki saldo di bawah Rp5 miliar.

Kesimpulan itu, lanjut dia, berdasarkan data November 2020 yang menunjukkan peningkatan nominal simpanan dengan tiering di bawah Rp100 juta mencapai 1,1 persen atau Rp10,49 triliun.



Baca juga: LPS sebut ada perbaikan kepercayaan masyarakat kepada perbankan

Baca juga: LPS optimistis kebijakan counter cyclical genjot DPK perbankan

Sedangkan, simpanan dengan tiering di atas Rp5 miliar mengalami penurunan sebesar 0,7 persen atau Rp22,96 triliun.

Menurut dia, pemerataan pola pertumbuhan simpanan tersebut menjadi pertanda pulihnya konsumsi dan investasi masyarakat menjelang akhir tahun dan awal tahun depan seiring dengan rencana pemerintah untuk melaksanakan program vaksinasi pada awal 2021.

Apabila mencermati pergerakan kategori Bank Umum Kategori Usaha (BUKU), lanjut dia, data posisi simpanan secara historis sejak tahun 2013 menunjukkan pola yang konsisten menjelang akhir tahun pada November dan Desember.

Dalam dua bulan terakhir jelang tutup tahun itu, ujar dia, biasanya terjadi pergeseran simpanan secara sementara dari bank-bank BUKU I dan II ke bank-bank BUKU III dan IV.

"Sebelum nanti pada Januari tahun berikutnya simpanan tersebut akan kembali ke bank-bank BUKU I dan II," imbuhnya.


Baca juga: Ekonom: Pengucuran kredit perbankan jadi kunci pemulihan ekonomi 2021

Berdasarkan pemantauan LPS, terjadi peningkatan pertumbuhan simpanan atau Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan dari Agustus hingga November 2020 baik pada Bank BUKU I hingga Bank BUKU IV.

"Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi likuiditas perbankan semakin stabil. Kami mengapresiasi upaya pemerintah dalam meningkatkan likuiditas melalui kebijakan fiskal sejak semester kedua tahun 2020," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data per November 2020, jumlah rekening simpanan yang dijamin LPS telah mencapai 99,91 persen yakni 344,24 juta rekening atau di atas target yang ditetapkan Undang-Undang LPS sebesar 90 persen.

"Walaupun tekanan pandemi belum mereda, kondisi stabilitas sistem perbankan kita semakin membaik. Kondisi sistem keuangan kita menjelang awal tahun 2021 lebih baik dibandingkan dengan situasi di pertengahan 2020. Sistem keuangan kita saat ini lebih siap untuk membiayai ekspansi ekonomi, dibandingkan bulan-bulan sebelumnya," katanya.


Baca juga: LPS: Simpanan perbankan tetap tumbuh di tengah pemulihan ekonomi

Baca juga: LPS jamin Rp3.320,06 triliun dana nasabah di bank

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar