Tingkat kesembuhan COVID-19 di Sulteng menurun akibat abaikan protokol

Tingkat kesembuhan COVID-19 di Sulteng menurun akibat abaikan protokol

Pengurus gereja mempersiapkan sarana untuk menerapkan protokol kesehatan jelang ibadah Natal di Gereja Katolik St Maria di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (24/12/2020). Sejumlah gereja di Palu bersiap untuk melaksanakan ibadah Natal dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/aww.

Kpasitas rumah sakit rujukan pemerintah untuk COVID-19 sudah banyak yang penuh. Saya takut pasien membludak sementara tenaga kesehatan tidak mampu menangani mereka,ā€¯ujarnya.
Palu (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dr.Jumriani mengemukakan tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Sulteng mengalami penurunan.

"Kini menurun hanya 56,9 persen dari total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dan selisihnya jauh dari rata-rata nasional yang mencapau 81,8 persen," katanya dalam rapat evaluasi penanganan COVID-19 yang dipimpin Gubernur Sulteng Longki Djanggola di ruang rapat Polibu Kantor Gubernur Sulteng di Kota Palu, Selasa.

Ia menerangkan penyebab utama menurunnya angka kesembuhan pasien COVID-19 dan meningkatnya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Sulteng adalah perilaku masyarakat yang cenderung mengabaikan disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19.

Mengabaikan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan kerumunan massa, katanya, akan semakin mempercepat penularan dan penyebaran virus tersebut, khususnya di masa liburan seperti sekarang.

Baca juga: KI : Dukungan Pemprov Sulteng untuk keterbukaan informasi rendah

"Sementara kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 pemerintah sudah banyak yang penuh. Saya takut pasien membludak sementara tenaga kesehatan yang ada tidak mampu menangani mereka,” terangnya.

Oleh sebab itu Gubernur Sulteng Longki Djanggola dalam kesempatan itu mengajak rumah sakit swasta untuk terlibat membantu pemerintah daerah menangani para pasien corona jika rumah sakit pemerintah daerah yang menjadi rujukan pasien COVID-19 sudah penuh.

Hal lain yang juga ditekankan Longki yaitu agar aparat kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dapat bekerja sama meningkatkan patroli yustisi penegakkan protokol kesehatan.

Baca juga: TNI di Sulawesi Tengah bantu pengamanan Natal-Tahun Baru

"Termasuk upaya edukasi bagi masyarakat dan pemberlakuan jam malam mulai pukul 20.00 WITA, khususnya di wilayah kabupaten dan kota yang mengalami peningkatan signifikan kasus COVID-19," ucapnya.

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulteng hari ini, total pasien yang terkonfimasi positif COVID-19 di Sulteng mencapai 3.188 orang.

"Dari 3.188 orang itu, 1.807 orang dinyatakan telah sembuh dan 1.275 orang menjalani perawatan baik secara mandiri maupun di rumah sakit pemerintah daerah yang menjadi rujukan pasien COVID-19 dan rumah sakit darurat serta pondok perawatan dan 106 pasien meninggal dunia," kata Juru Bicara Pusdatina COVID-19 Provinsi Sulteng Moh. Haris Kariming.

Baca juga: Pasien COVID-19 di Sulteng yang sembuh bertambah menjadi 1.648 orang

Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Vaksinasi guru rendah, SMA di Sulteng tunda belajar tatap muka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar