Petugas layanan kesehatan Jerman masih dirawat usai overdosis vaksin

Petugas layanan kesehatan Jerman masih dirawat usai overdosis vaksin

Seorang petugas kesehatan, Pawel, menerima vaksinasi COVID-19 di Rumah Sakit di kota Warsawa, Polandia, Minggu (27/12/2020). Sejumlah negara di Eropa memulai vaksinasi COVID-19 kepada warganya. ANTARA FOTO/REUTERS/Kacper Pempel/pras.

Seorang perempuan saat ini menjadi pasien rawat inap,
Berlin (ANTARA) - Seorang petugas layanan kesehatan di Jerman masih berada di rumah sakit setelah ikut bagian dari kelompok yang menerima vaksin COVID-19 BioNTech-Pfizer, yang pertama kali diketahui overdosis, demikian otoritas setempat pada Selasa (29/12).

Delapan petugas mendapat lima kali dosis vaksin yang direkomendasikan pada Minggu.

"Seorang perempuan saat ini menjadi pasien rawat inap," kata juru bicara distrik utara Vorpommern-Ruegen, tanpa mengungkapkan kondisi si pasien lebih lanjut.

Tiga petugas lainnya yang dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan usai mengalami gejala seperti flu kini sudah diperbolehkan pulang.

Dari 1,5 juta suntikan yang diberikan di seluruh dunia, ini merupakan kasus overdosis pertama yang disadari oleh BioNTech.

Selama uji coba dosis hingga 100 mikrogram yang diberikan tidak menimbulkan efek samping yang serius. Takaran itu di atas dosis 30 mikrogram yang kini menjadi ukuran standar, menurut pihak perusahaan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Warga usia 101 tahun jadi yang pertama divaksin COVID di Jerman
Baca juga: BioNTech yakin vaksin buatannya ampuh lawan varian baru COVID-19
Baca juga: EU akan putuskan soal penggunaan vaksin COVID BioNTech 23 Desember

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Layanan kesehatan keliling untuk petugas Pemilu di Sumsel

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar