KKP bangun tujuh alat pemurnian tingkatkan kualitas garam rakyat

KKP bangun tujuh alat pemurnian tingkatkan kualitas garam rakyat

Ilustrasi - Petambak garam. ANTARA FOTO/Saiful Bahri

Alat pencuci garam dengan kapasitas produksi 20 ton/hari ini diharapkan dapat memenuhi potensi pasar garam
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun sebanyak tujuh washing plant atau alat pencuci dan pemurnian garam untuk meningkatkan kualitas produksi garam rakyat di berbagai lokasi.

Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP TB Haeru Rahayu dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu, menyatakan washing plant adalah rangkaian mesin berikut tempat dan peralatannya untuk mencuci dan memurnikan garam, yang terdiri dari bagian penggilingan/penghancur, pencucian, penirisan dan pengeringan, iodisasi, serta pengepakan.

Ia mengemukakan bahwa bahan baku yang digunakan adalah garam dengan SNI 4435:2017 dengan kadar Natrium Klorida (NaCl) atas dasar berat kering sebesar antara 85 persen hingga 94 persen dan menghasilkan output atau hasil keluaran garam minimum sesuai SNI 3556:2016 dengan kadar Natrium Klorida (NaCl) minimal sebesar 94 persen.

TB Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe mengatakan pembangunan washing plant bertujuan untuk meningkatkan kualitas garam rakyat guna memenuhi kebutuhan industri.

Dengan demikian, lanjutnya, maka dinilai mampu menyerap produksi garam rakyat dan meningkatkan harga jual garam, serta membangun akses pasar garam berbasis ekonomi rakyat.

"Alat pencuci garam dengan kapasitas produksi 20 ton/hari ini diharapkan dapat memenuhi potensi pasar garam yang ada sehingga dengan meningkatnya produksi garam berkualitas dapat meningkatkan kesejahteraan petambak garam," kata Tebe

Pada tahun 2020, KKP melalui Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) memberikan bantuan washing plant di tujuh lokasi, yaitu Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pati, Kabupaten Brebes, Kabupaten Sampang, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Pasuruan.

Ia memaparkan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, kegiatan Pugar juga disandingkan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Oleh sebab itu, kegiatan Pugar dilaksanakan secara padat karya menyerap tenaga lokal untuk membantu perekonomian masyarakat di masa pandemi COVID-19," ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kemaritiman dan Investasi Setkab Agustina Murbaningsih menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo sangat memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan.

Baca juga: Faisal Basri: Garam ini komoditas bagi-bagi rente
Baca juga: Pemerintah intensifkan teknologi tingkatkan kualitas garam rakyat
Baca juga: Presiden Jokowi: Masalah garam rakyat tidak pernah dicari jalan keluar

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pantau harga, Bupati Temanggung tinjau gudang tembakau

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar