Kemarin, Pelarangan kegiatan FPI hingga Presiden damaikan politik

Kemarin, Pelarangan kegiatan FPI hingga Presiden damaikan politik

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD (tengah) didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengumumkan penghentian segala kegiatan Front Pembela Islam (FPI) di Jakarta, Rabu (30/12/2020). ANTARA FOTO/Humas Kemenko Polhukam/app/nz.

Jakarta (ANTARA) -
Lima berita politik pada Rabu (30/12) yang masih menarik untuk dibaca dan menjadi perhatian publik, mulai dari pemerintah resmi melarang seluruh kegiatan Front Pembela Islam (FPI) hingga keputusan Presiden Joko Widodo menggandeng Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dinilai telah mendamaikan politik.
 
1. Pemerintah resmi larang semua kegiatan FPI
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyatakan, pemerintah menghentikan kegiatan dan aktivitas Front Pembela Islam (FPI) dalam bentuk apapun.
 
Selengkapnya di sini
 
2. Jenderal TNI Andika Perkasa lantik 583 perwira jajaran TNI AD
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Andika Perkasa, melantik dan mengambil sumpah perwira 583 perwira TNI AD pada upacara Prasetya Perwira Pendidikan dan Pembentukan Perwira Khusus TNI AD 2020.
 
Selengkapnya di sini
 
3. DPR: Vaksin gratis bentuk pemerintah hadir untuk rakyat
Jakarta (ANTARA) - Keputusan pemerintah memberikan vaksin secara gratis kepada rakyat mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk sejumlah kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menilainya sebagai bentuk kehadiran pemerintah yang berupaya keras melindungi rakyatnya.
 
Selengkapnya di sini
 
4. Mahfud: Kriminalisasi ulama isu yang sangat menyesatkan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menilai isu kriminalisasi ulama yang kerap muncul belakangan ini adalah isu yang sangat menyesatkan masyarakat.
 
Selengkapnya di sini
 
5. BPIP nilai langkah Presiden gandeng Prabowo-Sandi damaikan politik
Blitar (ANTARA) - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menilai langkah Presiden Joko Widodo menggandeng mantan rivalnya dalam Pemilu 2019, yakni Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan lalu Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, wujud dari perdamaian politik.

Selengkapnya di sini

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar