Washington (ANTARA) -
Pemerintah AS dapat memperluas persyaratan pengujian virus corona untuk pelancong udara internasional di luar Inggris pada awal pekan depan, sumber yang menjelaskan masalah tersebut mengatakan kepada Reuters, Rabu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan lembaga AS lainnya melakukan diskusi panjang lewat sambungan telepon dengan maskapai penerbangan AS pada hari Rabu yang membahas perluasan persyaratan tes COVID-19 untuk pelancong yang datang dari negara lain, kata sumber yang menjelaskan telepon tersebut.

Pemerintah AS pada hari Senin mulai mewajibkan semua penumpang maskapai yang tiba dari Inggris - termasuk warga AS - untuk memiliki bukti tes negatif COVID-19 dalam 72 jam setelah keberangkatan.

CDC mengatakan dalam sebuah pernyataan Rabu bahwa "upaya saat ini sedang berlangsung di AS untuk menilai pengurangan risiko yang terkait dengan pengujian dan tindakan pencegahan yang direkomendasikan lainnya, menentukan seperti apa sistem pengujian yang layak untuk perjalanan udara, dan mendapatkan beberapa tingkat kesepakatan tentang standar untuk pendekatan harmonis untuk pengujian perjalanan udara internasional. "

Seorang juru bicara Departemen Transportasi AS mengkonfirmasi telepon itu dengan maskapai penerbangan.

Maskapai penerbangan mengatakan kepada lembaga pemerintah pada hari Rabu setiap persyaratan pengujian baru harus dilakukan secara bertahap menurut negara dan itu harus ditentukan jika ada cukup kapasitas pengujian dan kesediaan untuk mengalokasikan pengujian tersebut untuk memfasilitasi perjalanan internasional sebelum memperluas persyaratan, kata sumber tersebut.

Para pejabat mengatakan Gedung Putih dapat membuat keputusan paling cepat pekan depan untuk menambahkan negara baru ke persyaratan pengujian tetapi tidak jelas kapan persyaratan baru itu akan berlaku.

Pada hari Selasa, Asisten Menteri Kesehatan AS Brett Giroir mengatakan pengujian virus corona untuk pelancong Inggris mungkin harus diperluas ke negara lain.

Pengujian Inggris diadopsi di tengah kekhawatiran tentang varian virus corona baru yang mungkin lebih mudah menular. Gubernur Colorado Jared Polis mengatakan pada hari Selasa bahwa negara bagian menemukan kasus varian virus corona yang sangat menular.

Masalahnya adalah apakah Gedung Putih akan mencabut pembatasan yang melarang sebagian besar warga non-AS untuk datang ke Amerika Serikat jika mereka berada di sebagian besar Eropa atau Brazil dalam 14 hari terakhir sebagai bagian dari persyaratan pengujian baru.

Giroir mencatat Selasa, pembatasan telah menyebabkan penurunan perjalanan dari Inggris hingga 90 persen hingga 95 persen .

Sumber : Reuters

Baca juga: Brazil incar penggunaan darurat vaksin AstraZeneca

Baca juga: Inggris perluas pembatasan terkait lonjakan kasus COVID varian baru

 

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Fardah Assegaf
Copyright © ANTARA 2020