Kasus positif COVID-19 di Sulsel bertambah 590 pasien

Kasus positif COVID-19 di Sulsel bertambah 590 pasien

Dokumentasi - Petugas medis melaksanakan tes cepat COVID-19 kepada pedagang di pasar Pa'baeng-baeng, Makassar, Sulawesi Selatan, belum lama ini. ANTARA/Darwin Fatir/aa.

“Pada bulan Desember ini saja, cenderung ada kenaikan jumlah kasus COVID-19 di RS Wahidin, apalagi setelah masa liburan ini..."
Makassar (ANTARA) - Awal tahun 2021 jumlah kasus baru positif COVID-19 di Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan peningkatan secara signifikan, tercatat bertambah 590 orang pasien terkonfirmasi positif dengan total secara akumulasi 32.187 orang pasien hingga Sulsel berada di peringkat lima besar secara nasional.

Data terbaru tersebut dilansir dari Kementerian Kesehatan, Sabtu, pasien yang dinyatakan sembuh juga mengalami penambahan yaitu 847 orang. Total akumulasi pasien sembuh di Sulsel mencapai 28.168 orang. Pasien meninggal dunia bertambah dua orang dengan total 601 orang.

Menanggapi hal itu, Direktur Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusudo, Dr Khalid Saleh melalui siaran persnya diterima mengungkapkan, bahwa lonjakan kasus COVID-19 usai liburan panjang akhir tahun diprediksi bisa saja mencapai 30 persen.

“Pada bulan Desember ini saja, cenderung ada kenaikan jumlah kasus COVID-19 di RS Wahidin, apalagi setelah masa liburan ini. Apabila masyarakat tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, kasus dapat diperkirakan melonjak sampai dengan 30 persen bahkan bisa lebih," ungkap Khalid Saleh.

Untuk itu, sesuai dengan instruksi dari Menteri Kesehatan RI, setiap rumah sakit diminta untuk melakukan bed konversi untuk penyiapkan kapasitas ruang isolasi dan ICU menjadi sekitar 30-40 persen dari total tempat tidur yang dapat digunakan pasien COVID-19, sehingga jika terjadi lonjakan kasus, rumah sakit diharapkan sudah siap.
Baca juga: Diklaim pertama di Indonesia, Sulsel luncurkan tes usap masif guru
Baca juga: JK bantu PMI Sulsel 1000 sprayer untuk matikan virus corona


Untuk itu kata dia, RSUP Wahidin, telah melakukan langkah antisipasi dengan penyesuaian kapasitas ruang perawatan khusus COVID-19 pada gedung Infection Centre, Paviliun Perawatan Palem lantai satu dan Ruang Isolasi IGD dengan jumlah 147 tempat tidur.

"Kami juga telah menyiapkan fasilitas hemodialisis khusus untuk pasien Covid dengan total 11 mesin hemodialisis," sebut dia.

Sedangkan untuk fasilitas penunjang untuk pelayanan Covid, disiapkan empat tempat pengambilan sampel swab RT-PCR yakni di Laboratorium, Infection Centre, Paviliun Palem dan di IGD atau ambulans, serta tiga set X-Ray mobile dan tiga set CT-Scan.

Alat kesehatan yang diberikan Kementerian Kesehatan seperti mesin Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO) atau Oksigenasi Membran telah dioptimalisasikan. Alat tersebut sebagai pengganti fungsi jantung dan paru-paru membantu pasien melewati masa kritis ketika mengalami kegagalan fungsi jantung dan paru-paru.

"Sekarang ini sudah ada pasien yang kita berikan dengan alat itu. Untuk kesiapan lonjakan pasien, ada
penambahan persiapan ruang isolasi dengan 195 tempat tidur. Tahap pertama akan dioperasionalkan 40 tempat tidur di Paviliun Palem lantai dua, sehingga menjadi 342 tempat tidur dari total keseluruhan 1.023 tempat tidur, "katanya.

"Sedangkan untuk mengantisipasi kondisi pasien yang sangat melonjak dimana seluruh ruang perawatan penuh, mungkin saja kami akan mendirikan tenda lapangan dengan kapasitas 40 tempat tidur di pelataran parkir Infection Centre, " ujarnya menambahkan.
Baca juga: PHRI: 1.257 karyawan hotel di Sulsel dirumahkan dampak COVID-19
Baca juga: Pasien COVID-19 sembuh di Sulsel bertambah 42 menjadi 2.023 orang
Pihaknya pun selalu menyampaikan bahwa setiap orang wajib memenuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, yakni dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Data secara nasional, total pasien positif COVID-19 tercatat secara akumulasi sebanyak 758.473 kasus.
Pasien diyatakan sembuh 625.518
Pasien dan meninggal dunia sebanyak 22.555 pasien. Untuk status suspek sebanyak 69.619 orang.

Selanjutnya, data penambahan kasus terbanyak per 2 Januari 2020, terdapat di lima provisi di Indonesia, yakni Provinsi DKI Jakarta 1.894 kasus, disusul Jawa Barat 1.167 kasus, Jawa Tengah 971 kasus, Jawa Timur 723 kasus dan Sulawesi Selatan 590 kasus. Jumlah orang yang diperiksa (RT-PCR dan TCM) secara nasional sebanyak 4.964.525 jiwa dengan tingkat positifitas 15,28 persen.
 
Data Gugus Tugas COVID-19 Sulsel. Dokumentasi/HO/tangkapan layar.


Data kasus baru per 1 Januari 2020 di Sulsel.

Bila melihat data Gugus Tugas Provinsi Sulawesi Selatan terkait perkembangan info situasi COVID-19 per 1 Januari 2021, jumlah pasien baru tercatat mengalami penambahan 550 kasus tersebar di 19 kabupaten kota, dengan jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 3.090. Sedangkan angka reproduksi (Rt) masih berada diangka 1,02.

Kota Makassar masih menjadi daerah tertinggi angka penularan dengan jumlah sebanyak 299 kasus baru, disusul Kabupaten Bulukumba 67 kasus, Kabupaten Gowa 54 kasus dan Kabupaten Luwu Utara 32 kasus. Sementara Kabupaten Maros 19 kasus, Kabupaten Tana Toraja 17 kasus, Kabupaten Pinrang 14 kasus, dan Kabupaten Sinjai 13 kasus.

Selanjutnya daerah di bawah sepuluh kasus, seperti di Kabupaten Toraja Utara tujuh kasus, Luwu enam kasus, Sidrap dan Bantaeng masing-masing empat kasus, Jeneponto, Takalar tiga kasus, Bone, Pangkep, Selayar dua kasus serta Barru dan Wajo masing-masing satu kasus.

Secara akumulasi, jumlah total pasien terkonfimasi sampai hari ke-288, atau 1 Januari 2021, tercatat 31.597 pasien. Sedangkan pasien dinyatakan sembuh, sebanyak 550 pasien, atau mengalami penambahan dari jumlah secara akumulasi total 27.321 pasien. Meninggal dunia bertambah lima orang dan secara akumulasi sebanyak 599 orang.
 

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenkes gandeng KPU untuk akses data pemilih terkait vaksinasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar