Terdampak banjir Kolaka Utara menjadi 16 desa/kelurahan

Terdampak banjir Kolaka Utara menjadi 16 desa/kelurahan

Ilustrasi - Warga berada didepan rumahnya yang terendam banjir bandang di Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/12/2020). ANTARA/Lukman/Jojon.

ke-16 desa/kelurahan terdampak banjir tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Lasusua, Lambai, Ranteangin dan Kecamatan Wawo.
Kendari (ANTARA) - Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara per 2 Januari 2021 mencatat 16 desa/kelurahan terdampak banjir di daerah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kolaka Utara Liderti, mengatakan, terdapat dua desa tambahan terdampak banjir yaitu Desa Sulaho Kecamatan Lasusua, dan Desa Woise Kecamatan Lambai.

"Ini adalagi tambahan dua desa yang terdampak, kemarin kan cuma 14 desa/kelurahan. Kemarin itu tanggal 31 Desember 2020 adalagi banjir di Desa Sulaho dan Woise," kata Liderti saat dihubungi di Kendari, Sabtu malam.

Ia memaparkan ke-16 desa/kelurahan terdampak banjir tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Lasusua, Lambai, Ranteangin dan Kecamatan Wawo.

"Di Kecamatan Lasusua desa yang terdampak, yaitu Desa Batuganda, Rantelimbong, Tojabi, Patowonua, Lasusua, Pitulua, Puncak Monapa, dan satu desa tambahan yaitu Desa Sulaho," jelasnya.
Baca juga: Sejumlah daerah rawan banjir di Sultra pada Januari 2021
Baca juga: Banjir Kolaka Utara hanyutkan tiga rumah dan 1.040 unit terendam


Kedua, lanjut dia, di Kecamatan Lambai, desa terdampak yaitu Desa Latawaro dan satu desa tambahan yaitu Desa Woise. Ketiga di Kecamatan Wawo terdapat dua desa terdampak yaitu Desa Pumbolo dan Desa Tinukari.

Berikutnya di Kecamatan Ranteangin terdapat empat desa terdampak banjir yaitu Desa Rantebaru, Kelurahan Ranteangin, Desa Landolia, dan Desa Maroko.

"Secara keseluruhan jumlah keluarga terdampak banjir hingga saat ini (per 2 Januari 2021) sebanyak 1.090 Kepala Keluarga (KK), 5.236 jiwa dengan rincian 2.727 laki-laki dan 2.435 perempuan," tutur dia.

Meskipun demikian, ia menyampaikan bahwa masyarakat yang rumahnya kategori rusak ringan telah kembali ke rumah masing-masing, setelah pihaknya bersama OPD terkait bahu membahu membersihkan lumpur yang menggenangi rumah warga terdampak banjir di daerah itu.

Kepala BPBD Kolaka Utara Syamsuriani, saat dihubungi via telepon selulernya, di Kendari, Sabtu, mengatakan saat ini pemerintah setempat tengah membangun 12 unit rumah warga yang rusak parah dan hanyut akibat banjir yang mengahantam empat kecamatan di wilayah itu, pada Kamis (17/12/2020) lalu.

"Sekarang itu dibuatkan rumahnya mereka (korban banjir Kolaka Utara). Kan itu tiga yang terbawa arus, yang lainnya rusak parah. Yang jelas 12 rumah yang dibikinkan ini sementara," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan rumah bagi korban banjir tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang rumahnya hanyut terseret arus ataupun rusak parah akibat diterjang banjir waktu lalu.

"Saya tidak hafal jumlah rumahnya di desa mana saja, yang jelas di Desa Batuganda Kecamatan Lasusua itu ada enam unit rumah yang dibangun. Kalau rumah itu pasti bantuannya dari Pemda," jelasnya.

Dikatakannya, saat ini lumpur yang mengenai rumah warga khususnya yang mengalami rusak ringan telah dikeluarkan dan warga pun telah kembali ke rumah mereka masing-masing.
Baca juga: BPBD sebut 3.814 jiwa terdampak banjir Kolaka Utara
Baca juga: BPBD sebut sebagian korban banjir Kolaka Utara-Sultra masih mengungsi


Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

8 tewas, 12 orang hilang akibat banjir dan tanah longsor di Nepal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar