889.039 warga sasaran vaksin COVID-19 di Sulbar

889.039 warga sasaran vaksin COVID-19 di Sulbar

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, Muhammad Alif Satria di Mamuju, (04/01/2020) ANTARA/M Faisal Hanapi

Mamuju (ANTARA) - Sebanyak 889.039 orang warga akan menjadi sasaran pemberian vaksin COVID-19 di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, Muhammad Alif Satria di Mamuju, Senin, mengatakan, untuk persiapan vaksin COVID-19 Sulbar sesuai data sasaran yang telah dilakukan verifikasi pemerintah sebanyak 889.039 orang.

Ia mengatakan, target sasaran vaksin yang menjadi kebijakan nasional ini adalah usia 18 tahun sampai 59 tahun kemudian lanjut usia 60 tahun ke atas.

Baca juga: Gubernur Lampung sebut pendistribusian vaksin masih dibahas

Menurut dia, target sasaran dari pemberian vaksin tersebut, terbagi lima, yaitu, tenaga kesehatan, sebanyak 10.569, pelayanan publik sebanyak 94.023, kemudian masyarakat rentan secara geoposial, sosial, ekonomi sebanyak 343,132 orang.

Selain itu, masyarakat umum pelaku ekonomi sebanyak 371.948 orang dan masyarakat rentan lainnya sebanyak 69.367 orang.

Ia menyampaikan, untuk tahap pertama, data sasaran vaksin adalah tenaga kesehatan yang tersebar di enam kabupaten di Sulbar sebanyak 10.568 orang

Di antaranya lanjut dia, Kabupaten Majene, sebanyak 1.466 orang, untuk Kabupaten Polewali Mandar sebanyak 3.008 orang untuk Kabupaten Mamasa sebanyak 1.543 orang.

Baca juga: Vaksinolog jelaskan cara kerja vaksin COVID-19 di tubuh manusia

Selain itu untuk Kabupaten Mamuju sebanyak 2.694 orang dan untuk Kabupaten Pasangkayu sebanyak 780 orang dan untuk Kabupaten Mamuju Tengah sebanyak 1.078 orang.

"Pemberian vaksin tahap pertama tersebut akan dilaksanakan tanggal 14 Januari 2020 dan diharapkan tidak ada kendala dan waktunya tidak bergeser," katanya.

Kepala Dinkes mengatakan, ketersediaan logistik pendukung program vaksin COVID-19 telah tersedia antara lain, alat pelindung diri (APD) s sebanyak 4.061 set, masker Kn95 nakes sebayak 8.000 lembar, masker medis untuk nakes sebanyak 4.000 lembar, dan APD cover all suit untuk tenaga kesehatan sebanyak 10.000 unit.

Ia menyampaikan, pelayanan vaksin menggunakan aplikasi Pcare yang terhubung dengan internet sehingga tidak semua fasilitas kesehatan dapat melakukan pelayanan vaksinasi COVID-19 ini sehingga mesti dicarikan solusi.

Baca juga: Sulsel terima 66.640 dosis vaksin COVID-19
Baca juga: F-PAN minta pemerintah sosialisasikan program vaksinasi secara masif
Baca juga: Tahap pertama, Lampung akan vaksinasi 35.829 tenaga kesehatan

Pewarta: M.Faisal Hanapi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

DPR RI dukung Badan POM uji klinis fase II Vaksin Nusantara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar