Kolaborasi agar perempuan difabel lebih percaya diri

Kolaborasi agar perempuan difabel lebih percaya diri

Model difabel gerakan nonprofit Lipstick untuk Difabel (LUD) dalam sesi foto (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Plaftform personal styling dengan teknologi machine-learning Yuna & Co bersama gerakan nonprofit Lipstick untuk Difabel (LUD) berkolaborasi untuk mendorong para perempuan Indonesia mengeluarkan potensi terbaik mereka, melampaui batas-batas yang ada, serta menjalani hidup dengan percaya diri.

Kolaborasi ini didukung pula oleh brand-brand desainer lokal ternama di Indonesia, yang merupakan partner Yuna & Co., antara lain: Figure, Le Bijou, Clouwny, Senora, Elgra, Cloxvox, Ramune, Jauw Active, Bearnice, Square The Label dan Mava.

Sebagai bentuk dukungan terhadap LUD, Yuna & Co. memberikan jasa personal styling serta menyediakan fashion items untuk 6 orang model difabel pada sesi pemotretan terbaru LUD. Platform itu juga membuat konten tentang LUD yang akan dimuat dalam kanal digital perusahaan serta para media partner.

Baca juga: "Longuewear", masker, dan tie-dye, inspirasi dan inovasi mode 2020

“Sebagai seorang perempuan difabel, saya melihat kebutuhan fashion teman-teman difabel kerap kali kurang diperhatikan, karena masih banyak yang beranggapan kalau kami tidak pantas untuk berpenampilan menarik. Melihat visi dan misi Yuna & Co., saya merasa mereka dapat membantu teman-teman difabel untuk menemukan style terbaik mereka dalam berbusana; bukan hanya make-up, tetapi pakaian yang tepat juga mampu meningkatkan rasa percaya diri semua perempuan,” ujar Laninka Siamiyono, Founder Lipstick Untuk Difabel, dalam keterangannya, Senin.

Gerakan LUD yang dimulai Laninka sejak Juli 2018, awalnya berupaya untuk mendorong kaum perempuan difabel tampil lebih percaya diri melalui make-up. Bentuk gerakan ini berupa donasi kepada wanita difabel dengan mengumpulkan lipstik dari sumbangan sesama perempuan di Indonesia. Dalam waktu dua tahun, LUD telah berkembang menjadi sebuah komunitas inklusif yang menyatukan perempuan dari berbagai kalangan untuk saling menyemangati, berbagai informasi dan peduli satu sama lain.

“Saya pribadi merasa ini merupakan sebuah gerakan yang luar biasa. Di Yuna & Co, misi kami adalah menghadirkan kebahagiaan dan rasa percaya diri dalam setiap momen kehidupan para wanita Indonesia melalui personal styling, dan LUD merupakan pengejawantahan dari misi tersebut,” ungkap Winzendy Tedja, Founder & CEO Yuna & Co.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2018, diperkirakan ada 14,2 persen penduduk Indonesia yang menyandang disabilitas - atau sekitar 30,38 juta jiwa. Di seluruh dunia pun, WHO memperkirakan ada 1 miliar orang atau 15 persen dari total populasi global yang memiliki disabilitas. Kaum difabel cenderung mendapatkan tantangan lebih besar untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini terjadi karena kekurangan akses, keterbatasan cara komunikasi, adanya diskriminasi, hingga stigma negatif yang terus melekat.

“Kami berharap kolaborasi bersama LUD bisa menyebarluaskan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya kesetaraan akses untuk kaum difabel. Sesuai asal usul katanya, difabel berasal dari kata differently-abled. Mereka memiliki potensi, kemampuan, dan kegigihan yang sama dengan semua perempuan dan manusia lain. Keterbatasan fisik tidak boleh menghalangi mereka untuk terus berkarya, mencintai diri sendiri, dan melampaui batas-batas yang ada,” tambah Winzendy.

Baca juga: Inspirasi di rumah tetap gaya selama pandemi

Baca juga: Monomom X Nona Rara Batik rilis koleksi busana ramah menyusui

Baca juga: Warna stabilo diprediksi jadi tren warna fesyen di 2021

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

UMKM difabel Kota Malang bersiap untuk bersaing di pasar global

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar