Warga Kanada frustrasi dengan lambannya vaksinasi COVID-19

Warga Kanada frustrasi dengan lambannya vaksinasi COVID-19

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau jumpa pers tentang usaha mengatasi COVID-19 di Ottawa, Ontario, Kanada, 22 Juni 2020. ANTARA/REUTERS/Blair Gable /REUTERS.

Seluruh warga Kanada, termasuk saya, frustrasi melihat vaksin di pendingin dan bukan di tangan warga
Ottawa (ANTARA) - Warga Kanada dibuat frustrasi oleh lambannya provinsi memberikan vaksinasi COVID-19 dan pemerintah federal akan membantu mengatasi situasi demikian, menurut Perdana Menteri Justin Trudeau, Selasa (5/1).

Meski Ottawa telah membeli setengah juta dosis vaksin COVID-19 buatan Pfizer dan Moderna dan mengharapkan satu juta vaksin lagi hingga akhir Januari, 10 provinsi bertanggung jawab untuk mengatur vaksin tersebut.

Dengan banyaknya keluhan  tentang jumlah sedikit orang yang benar-benar divaksinasi, Trudeau mengatakan penting untuk melakukan kampanye secepat mungkin.

Baca juga: Kanada suntikkan dosis pertama vaksin COVID-19 Pfizer
Baca juga: Vaksin Pfizer/BioNTech anti COVID tiba di Kanada


"Seluruh warga Kanada, termasuk saya, frustrasi melihat vaksin di pendingin dan bukan di tangan warga," katanya kepada awak media.

"Itulah mengapa kami akan terus berkoordinasi dengan pihak provinsi ... untuk mendukung mereka sebab mereka membutuhkannya dalam hal memberikan lebih banyak vaksin kepada penduduk yang rentan dan pekerja lini terdepan secepat mungkin," lanjutnya.

Trudeau kembali menegaskan bahwa Kanada, dengan sekitar 38 juta penduduk, akan memiliki dosis yang cukup untuk memvaksinasi siapa pun yang ingin mendapatkan suntikan hingga September.

Sumber: Reuters

Baca juga: Trudeau: Kanada akan terima 500.000 dosis vaksin Pfizer pada Januari
Baca juga: Kanada sepakat percepat pengiriman vaksin COVID-19 Moderna

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar