50 unit hunian tetap diserahkan untuk korban banjir Luwu Utara

50 unit hunian tetap diserahkan untuk korban banjir Luwu Utara

Model hunian tetap yang diserahkan kepada warga korban banjir di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.ANTARA/HO- PT Tatalogam Indonesia.

Huntap bantuan Pemprov Sulsel yang dibangun kali ini diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang terdampak banjir bandang sejak Juli silam
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 50 unit hunian tetap (huntap) telah diserahkan oleh PT Tatalogam Lestari selaku pengembang kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk korban bencana banjir di wilayah tersebut pada 2020.

Project Manajer PT Tatalogam Lestari Krisna Dewanty di Jakarta, Rabu, mengatakan, proyek pembangunan hunian tetap tersebut dikerjakan sejak 13 Oktober 2020 dan selesai pada 22 Desember 2020.

"Dengan perencanaan yang matang, material yang tepat serta teknik pengerjaan yang benar, efektif dan efisien, 50 hunian tetap bagi korban banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan berhasil dibangun dalam waktu 68 hari saja," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Baca juga: Pemerintah siapkan dana tunggu hunian bagi korban banjir Luwu Utara

Ia menjelaskan Domus atau rumah permanen yang dibangun dengan sistem yang dikembangkan oleh perusahaan tersebut memungkinkan masyarakat bisa membangun rumah dalam waktu singkat.

Rumah instan tersebut dirancang dengan material baja ringan yang terkenal kuat dan cepat dalam pemasangannya dan juga hemat, sehingga Domus layak menjadi pilihan bagi siapapun yang memerlukan rumah baik di perkotaan, daerah urban, maupun daerah bencana seperti di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan ini.

"Huntap bantuan Pemprov Sulsel yang dibangun kali ini diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang terdampak banjir bandang sejak Juli silam," ujar Krisna Dewanty.

Baca juga: Korban banjir bandang Luwu Utara dibantu pembangunan hunian tetap

Sementara itu Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengapresiasi semua pihak, khususnya PT Tatalogam Lestari yang mampu membangun 50 unit huntap hanya dalam waktu 68 hari.

Menurut dia, huntap yang dibangun ini bisa menginspirasi banyak pihak, karena dibangun cepat dengan harga murah dan berkualitas baik.

Gubernur berharap semakin banyak pihak, terutama dunia usaha, untuk dapat terus berpartisipasi membantu seluruh korban bencana banjir bandang di wilayah tersebut.

Baca juga: Korban banjir Luwu Utara butuh 1.295 hunian tetap

Pewarta: Subagyo
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Korban gempa di Desa Tompe bangun rumah secara mandiri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar