Banyak negara kembali "lockdown", Jokowi minta protokol diperketat

Banyak negara kembali "lockdown", Jokowi minta protokol diperketat

Ilustrasi - Regent Street yang kosong di London, Selasa (5/1/2021), sehari setelah Perdana Menteri Boris Johnson menetapkan tindakan lebih lanjut sebagai bagian dari lockdown di Inggris dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona. Tidak Menggunakan Irlandia. ANTARA/PA Images via Reuters Connect/Yui Mok/pri.

Kita tahu dua, tiga hari yang lalu Bangkok 'lockdwon', Tokyo dinyatakan dalam keadaan darurat, London juga 'lockdown', kemudian di seluruh Inggris juga di 'lockdown' karena penyebaran COVID-19 yang sangat eksponensial
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo meminta para gubernur agar menggencarkan kembali penerapan protokol kesehatan dan mengajak masyarakat untuk disiplin melaksanakannya, merespons banyak negara yang kembali "lockdown" karena penyebaran COVID-19 yang semakin tinggi.

"Kita tahu dua, tiga hari yang lalu Bangkok 'lockdwon', Tokyo dinyatakan dalam keadaan darurat, London juga 'lockdown', kemudian di seluruh Inggris juga di 'lockdown' karena penyebaran COVID-19 yang sangat eksponensial,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas Melalui Video Conference dengan Topik Penanganan Pandemik COVID-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu Presiden mengajak semua pihak untuk bekerja keras, bekerja mati-matian agar "3T-3M" betul-betul bisa dilakukan di lapangan.

Baca juga: Inggris kembali berlakukan 'lockdown', varian baru COVID-19 menggila

Baca juga: Kendalikan kasus COVID-19, Panama akan perpanjang "lockdown"


Presiden mendapati survei yang dilakukan saat ini menunjukkan bahwa motivasi untuk disiplin terhadap protokol kesehatan di kalangan masyarakat mulai berkurang.

"Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan ini berkurang, oleh sebab itu saya minta kepada para gubernur agar menggencarkan kembali masalah kedisiplinan protokol kesehatan karena survei-nya tadi memang disiplin terhadap protokol kesehatan menurun," ujarnya.

Presiden Jokowi mengatakan strategi Indonesia dalam menangani pandemik ini tetap sama yaitu yang pertama urusan penanganan kesehatan.

Kemudian, ia menambahkan yang kedua masalah perlindungan sosial yang menjadi fokus perhatian. Selanjutnya ketiga masalah yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi.

"Kunci bagi pemulihan ekonomi, kuncinya adalah bagaimana kita bisa bekerja keras dalam rangka bisa menghentikan dan mengendalikan COVID-19," tutur-nya.

Baca juga: Presiden ingin vaksinasi COVID-19 bisa selesai kurang dari setahun

Baca juga: Presiden Jokowi dijadwalkan jalani vaksinasi COVID-19 pada 13 Januari

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Anies bantah akan terapkan 'lockdown' di akhir pekan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar