DPD minta pemerintah tanggapi potensi lonjakan harga sapi potong

DPD minta pemerintah tanggapi potensi lonjakan harga sapi potong

Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti. ANTARA/HO-DPD RI

Kebutuhan daging kita berasal dari daging sapi impor Australia, sehingga harga sangat dipengaruhi kurs dolar
Jakarta (ANTARA) - Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah serius menanggapi keluhan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) terkait potensi lonjakan harga daging sapi.

Hal ini disebabkan lantaran harga sapi merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi selain pakan dan kurs dolar AS. Pada saat yang sama, Australia melakukan repopulasi untuk memenuhi permintaan dari Vietnam dan China.

"Selama ini, pemenuhan kebutuhan daging kita berasal dari daging sapi impor Australia, sehingga harga sangat dipengaruhi kurs dolar AS terhadap rupiah," kata LaNyalla dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Ketua DPD: Vaksinasi dapat tekan defisit di bawah tiga persen

Lantaran hal tersebut, LaNyalla menyarankan kepada pemerintah untuk mendorong masyarakat mengembangkan ternak sapi potong untuk memenuhi konsumsi daging lokal.

Ia mengakui bahwa butuh persiapan yang panjang dan matang untuk pengembangan produksi sapi lokal. Oleh karena itu, ia meminta dinas peternakan di seluruh wilayah tingkat provinsi/kabupaten dapat mengembangkan ternak penghasil daging agar bisa memenuhi kebutuhan, selain importasi dari Australia.

Langkah tersebut diharapkan dapat menekan lonjakan harga daging sapi yang memang tingkat konsumsinya di masyarakat cukup tinggi. Di sisi lain, langkah itu juga untuk mengurangi ketergantungan terhadap daging sapi impor asal Australia.

"Saya kira potensi kita besar untuk mengembangkan dan memenuhi sendiri kebutuhan daging sapi dalam negeri. Memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tetapi hal ini strategis untuk menjaga ketahanan pangan kita," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Gapuspindo Joni Liano menyatakan harga sapi bakalan melonjak. Kenaikan harga tersebut telah terjadi sejak Agustus 2020 lalu. Harga sapi bakalan asal Australia saat ini telah mencapai 3,7 dolar AS per kilogram dari sebelumnya 3 dolar AS per kg.

"Artinya, landing cost sudah mencapai Rp52.000 per kg berat hidup," kata Joni.

Sebagai informasi, saat ini harga daging sapi di Indonesia juga mengalami kenaikan. Harga daging sapi berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) terpantau sebesar Rp122.200 per kilogram.

Baca juga: Anggota DPR: Sapi indukan jangan bergantung pada impor
Baca juga: Kementan luncurkan bank pakan ternak dukung swasembada protein hewani

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Upaya DPD RI buka akses pasar internasional bagi kopi Temanggung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar