Filipina targetkan 148 juta vaksinasi COVID untuk 2/3 populasi di 2021

Filipina targetkan 148 juta vaksinasi COVID untuk 2/3 populasi di 2021

Dokter Jan Claire Dorado (30) merawat pasien COVID-19 di ruang gawat darurat Rumah Sakit East Avenue di Quezon City, Metro Manila, Filipina, Jumat (26/6/2020). Jan Claire Dorado tinggal di dalam ruang terpisah di rumahnya sendiri untuk melindungi keluarganya dari potensi terpapar virus corona baru atau COVID-19. (ANTARA FOTO/REUTERS/Eloisa Lopez/wsj.)

Kami akan dapat membeli sedikitnya 148 juta dosis dari tujuh perusahaan. Namun, hal ini juga akan tergantung pada pasokan global,
Manila (ANTARA) - Filipina tengah bernegosiasi dengan tujuh perusahaan pengembang vaksin agar mereka dapat menyediakan sedikitnya 148 juta dosis vaksin untuk disuntikkan pada tahun ini--sesuai target vaksinasi terhadap dua pertiga total populasi negara itu.

Carlito Galvez, pejabat berwenang dalam penanganan pandemi Filipina, mengatakan bahwa pemerintah berharap untuk mencapai kesepakatan dengan Novavax, Moderna, AstraZeneca, Pfizer, Johnson & Johnson, Sinovac Biotech, juga Gamaleya Institute pada bulan ini.

"Kami akan dapat membeli sedikitnya 148 juta dosis dari tujuh perusahaan. Namun, hal ini juga akan tergantung pada pasokan global," kata Galvez kepada media.

Baca juga: Filipina larang semua penerbangan dari Inggris mulai 24 Desember
Baca juga: Filipina akan impor 30 juta dosis vaksin COVID-19 Novavax


Sementara negara-negara kaya telah mengamankan hingga 80% dari dosis yang tersedia, kata dia--tanpa memberikan rujukan data.

Di samping itu, Filipina juga akan mendapat subsidi dosis vaksin dari mekanisme fasilitas global, COVAX, kata Galvez.

Ia menambahkan bahwa tenaga medis, lansia, tentara, polisi, guru, dan pegawai pemerintah akan menjadi pihak yang diprioritaskan untuk mendapat suntikan vaksin gelombang pertama yang mungkin dapat dimulai secepat-cepatnya pada kuartal pertama 2021.

Sebelumnya, Filipina menargetkan 80 juta dosis dan walaupun telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah produsen vaksin selama berbulan-bulan, negara itu baru mendapat stok aman sebanyak 2,6 juta dosis, yakni dari AstraZeneca, yang dibayar oleh kelompok sektor swasta yang akan memberikan setengahnya kepada karyawan mereka.

Pada hari ini, AstraZeneca mengajukan izin penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 miliknya di Filipina.

Otoritas kesehatan Filipina belum memberikan izin untuk vaksin COVID-19 manapun. Dan kabar mengenai pasukan keamanan Presiden Rodrigo Duterte yang divaksinasi pada September lalu telah menimbulkan kegemparan di kalangan aktivis dan legislator.

Sumber: Reuters

Baca juga: COVID-19 jenis baru ditemukan di Sabah, Pulau Sulu di Filipina ditutup
Baca juga: Filipina perpanjang larangan penerbangan dari Inggris sampai Januari

Penerjemah: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diduga akan dijual ke KKB, 4 pucuk senpi asal Filipina disita di Nabire

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar