Balekambang Solo kembali dibuka setelah renovasi

Balekambang Solo kembali dibuka setelah renovasi

Taman Balekambang siap menerima kunjungan masyarakat. (ANTARA/Aris Wasita)

Per 1 Januari mulai dibuka lagi, ya pengunjung masih sepi. Seperti tanggal 1 Januari sebanyak 81 pengunjung, tanggal 2 dan 3 masing-masing sekitar 175 pengunjung.
Solo (ANTARA) -
Taman Balekambang Solo, Jawa Tengah, kembali dibuka untuk masyarakat umum setelah direnovasi oleh Pemerintah Kota Surakarta selama beberapa bulan.

"Per 1 Januari mulai dibuka lagi, ya pengunjung masih sepi. Seperti tanggal 1 Januari sebanyak 81 pengunjung, tanggal 2 dan 3 masing-masing sekitar 175 pengunjung," kata Kepala UPT Taman Balekambang Sumeh di Solo, Rabu.

Ia mengatakan tingkat kunjungan yang masih rendah tersebut salah satunya tidak lepas dari aturan Pemkot Surakarta yang mengharuskan pengunjung berusia di atas 15 tahun dan di bawah 59 tahun. Selain itu, ibu hamil dan lansia juga dilarang untuk memasuki objek wisata tersebut selama pandemi COVID-19.

Baca juga: Kemenparekraf dukung pemanfaatan wayang sebagai atraksi wisata budaya

Meski pengunjung masih terbatas, pihaknya tetap menyelenggarakan pentas ketoprak dan Sendratari Ramayana. Bahkan, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan Sendratari Ramayana ini masih cukup tinggi.

"Pentas Ramayana ini kan biasanya 2.500-3.000 penonton, selama pandemi ini target kami 500 penonton. Itu selalu penuh," katanya.

Untuk bisa menonton Sendratari Ramayana, masyarakat bisa mengakses tiket secara gratis melalui daring. Bahkan, selama ini untuk penjualan tiket hanya habis dalam 1-2 hari saja.

Baca juga: Objek Wisata Goa Putri dipadati pengunjung liburan tahun baru

Sementara itu, setelah renovasi yang dilakukan, koridor yang ada di sepanjang jalan Balekambang serta sejumlah spot foto menjadi wajah baru destinasi bernuansa alam tersebut. Selain itu, ada pula latar belakang bernuansa baru di area pementasan Sendratari Ramayana.

Meski beberapa titik terlihat baru, dikatakannya, pengunjung yang masuk tidak dikenai biaya sepeserpun. Ia mengatakan penarikan retribusi hanya dilakukan kepada pengunjung yang menggunakan lahan, di antaranya untuk acara pernikahan dan acara-acara tertentu.

"Besaran retribusi untuk pelayanan umum ini bermacam-macam, misalnya kalau mau pakai kolam bayarnya Rp500.000/6 jam pertama, 'open stage' (panggung terbuka) Rp750.000, menggunakan gedung di malam hari tarifnya Rp2,5 juta dan siang Rp2 juta," katanya.

Meski tetap menerapkan protokol kesehatan salah satunya jaga jarak selama pandemi COVID-19, dikatakannya, taman dengan luas 11,5 hektare tersebut bisa menampung sampai ribuan orang.

"Kalau 5.000 pengunjung dalam satu waktu saja 'nggak' kelihatan (berkerumun) karena kan luas. Masih tetap bisa jaga jarak juga," katanya.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden: Pemerintah segera renovasi fasilitas rusak karena gempa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar