Akademisi: Berikan anak motivasi hadapi tantangan 2021

Akademisi: Berikan anak motivasi hadapi tantangan 2021

Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Dr. Wisnu Widjanarko (ANTARA/HO - dok. pribadi)

motivasi yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya adalah dengan keteladanan atau contoh.
Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Dr. Wisnu Widjanarko mengingatkan bahwa orang tua perlu memberikan anak mereka motivasi dalam menghadapi tantangan untuk menghadapi tahun 2021 di tengah pandemi COVID-19.

"Orang tua perlu memberikan motivasi pada anak mereka agar dapat mempersiapkan diri dengan energi yang lebih besar dalam menyambut tantangan tahun yang baru di tengah pandemi COVID-19," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis.

Wisnu yang merupakan dosen komunikasi keluarga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman itu menjelaskan bahwa hal tersebut diperlukan agar anak dapat lebih siap menjalani tahun 2021 yang penuh tantangan di tengah pandemi COVID-19 sehingga kesehatan mental dan tumbuh kembangnya dapat tetap optimal.

Dia mengatakan motivasi yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya adalah dengan keteladanan atau contoh.

Baca juga: Arnold Syamsir: Orang tua anak berkebutuhan khusus harus bangkit

"Orang tua tidak hanya memberi saran atau nasihat, tetapi membersamai aktivitas anak misalkan saat belajar secara daring, syukur-syukur jika bisa ikut memahami materi belajar, bisa mendampingi dan memberikan penjelasan pada anak," katanya.

Namun jika tidak, katanya, setidaknya orang tua bisa menemani dan memfasilitasi jika ada kesulitan, seperti berkomunikasi dengan guru tentang kendala yang dihadapi anak.

"Anak juga perlu diberi penguatan bahwa tidak ada badai yang tidak pernah usai, karena akan ada saatnya ombak mereda. Artinya, tantangan berupa keterbatasan pastinya membutuhkan energi tersendiri untuk menyiasatinya, namun ketika nanti berakhir, kemampuan kita bertahan dan menyiasati akan jadi bekal pendewasaan di kemudian hari," katanya.

Dia menambahkan dengan dialog dari hati ke hati yang disertai dengan nalar serta keterbukaan akan apa yang dihadapi dengan tidak memberikan kecemasan, maka anak akan punya jiwa pantang menyerah, punya empati dan terpantik kreativitasnya terutama pada masa pandemi seperti saat ini.

Baca juga: Kak Seto: Kebiri bagian dari rehabilitasi pelaku kekerasan seksual

Dia juga mengingatkan bahwa keluarga adalah ruang dan waktu yang teristimewa dalam kehidupan manusia, karena melalui keluarga, kita diperkenalkan norma dan nilai kehidupan, termasuk bagaimana menjalaninya agar selaras dengan keadaan.

Pada saat ini, peran keluarga menjadi semakin signifkan dalam memastikan seluruh anggotanya secara cerdas dapat menyesuaikan diri dengan keadaan pandemi, tetap produktif dan kontributif sekaligus tidak kehilangan kebahagiaan dalam situasi yang tidak mudah.

"Peran keluarga salah satunya adalah dengan menghadirkan iklim komunikasi yang memberikan dukungan dan motivasi, dengan dinamika dan problematika yang dihadapi anggota keluarga di masa pandemi," katanya.

Selain itu, keluarga juga berperan dalam membangun interaksi yang mengapresiasi harapan, kebutuhan dan emosi yang menyertai anggota keluarga.

"Keluarga sangat berperan dalam memotivasi untuk selalu berikhtiar meskipun dalam keterbatasan situasi, dengan pilihan kata yang asertif, positif dan membangun makna konstruktif," katanya.

Baca juga: Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dukung PP kebiri predator anak

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemen-PPPA sebut 3 sebab perempuan & anak terlibat terorisme

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar