Jalan-jalan virtual ke tiga kawasan di Korea

Jalan-jalan virtual ke tiga kawasan di Korea

Hanok Jeonju (KTO)

Jakarta (ANTARA) - Jangan kecewa karena tidak bisa jalan-jalan ke Korea menyambut tahun 2021 karena Anda bisa mengintip suasana di enam kawasan Negeri Ginseng melalui serial video "Feel the Rhythm of Korea".

Simak ringkasan apa saja yang bisa dikunjungi dalam beberapa video tersebut di bawah ini, seperti dikutip dari keterangan resmi Korea Tourism Organization, Kamis. 

Baca juga: Melihat topeng-topeng tradisional Negeri Ginseng lewat pameran virtual

Baca juga: BTS kerjasama dengan Organisasi Pariwisata Seoul promosi ibukota Korea


Seoul
Pada video edisi Seoul, adegan pertama memperlihatkan Cheong Wa Dae, yaitu kediaman resmi Presiden Republik Korea. Selain Blue House sebagai bangunan utama, terlihat juga fountain plaza di Mugunghwa Dongsan. Untuk melihat tempat-tempat ini dan tempat-tempat lainnya secara langsung, wisatawan dapat mendaftar tur melalui situs resmi Cheong Wa Dae (tour.president.go.kr).

Tur dimulai dari tempat parkir Istana Gyeongbokgung, kemudian ke tempat-tempat seperti Taman Nokjiwon, halaman gedung tua, bangunan utama, ruang tamu negara, istana Chilgung, Mugunghwa Dongsan dan museum sejarah Cheongwadae Sarangchae.

Adegan selanjutnya adalah istana Deoksugung. Istana Deoksugung, salah satu dari lima istana di Seoul, terkenal dengan perpaduan unik antara arsitektur modern dan tradisional, seperti Balai Junghwajeon dan Seokjojeon, serta Paviliun Jeonggwanheon. Untuk menghidupkan sejarah, upacara pergantian penjaga kerajaan berlangsung tiga kali sehari, kecuali hari Senin. Wisatawan dapat mencoba pakaian tradisional Korea dan berfoto dengan penjaga Istana.

Kemudian ada tangga panjang menuju terowongan Jahamun. Lokasi ini dikenal karena merupakan lokasi syuting film pemenang Academy Award, "Parasite" (2019). Meskipun terowongan Jahamun ini bukan objek wisata khas, tetapi banyak wisatawan mulai berduyun-duyun ke sini untuk berfoto.
Gyeongbokgung (Pixabay)


Busan
Di video edisi Busan, tempat pertama yang diperlihatkan adalah desa budaya Gamcheon. Desa ini dibangun di atas bukit yang menghadap ke laut. Bangunan dan dinding di sini dicat dengan berbagai warna dan mural sehingga terlihat unik dan cantik. Spot foto dapat ditemukan berbagai sudut desa, termasuk dek observasi. Tempat ini terkenal dengan pemandangan malamnya yang cantik.
Desa budaya Gamcheon (Pixabay)


Tujuan wisata selanjutnya adalah kuil paling cantik di Korea yaitu Haedong Yonggungsa. Berbeda dengan tipikal candi yang berada di pegunungan, candi ini berada tepat di tepi pantai, dengan pemandangan laut yang menakjubkan. Kuil ini juga populer sebagai tempat untuk menyaksikan matahari terbit. Bagi orang Korea, kuil ini merupakan salah satu dari tiga kuil paling suci bagi Avalokiteshvara, Bodhisattva sang Pengasih. Mereka percaya bahwa jika membuat keinginan di sini, maka akan terkabul.

Baca juga: Indonesia-Korsel sepakati "travel corridor" untuk perjalanan bisnis

Terakhir ada pantai Gwangalli, salah satu pantai paling populer di Busan. Jalanan di sekitar pantai juga terkenal dengan deretan restoran seafood dan kafe yang menyuguhkan pemandangan jembatan Gwangandaegyo yang menyala dalam pelangi warna-warni di malam hari. Wisatawan bisa berjalan-jalan di sepanjang jalur pantai untuk bersantai sambil menikmati suara deburan ombak.
Gwangalli (Pixabay)


​​​​​​​Jeonju
Desa Hanok Jeonju adalah salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi di Korea. Desa ini terdiri dari 735 bangunan rumah tradisional, yang meliputi rumah dan akomodasi tamu, serta restoran, toko penyewaan Hanbok, dan aula budaya tradisional. Selain atraksi seperti kuil Gyeonggijeon dan Katedral Katolik Jeondong, desa ini juga terkenal dengan berbagai macam jajanannya.

Selanjutnya adalah tujuan wisata budaya, yaitu pusat kebudayaan pansori Jeonju, yang terletak di desa Hanok Jeonju. Pusat ini berfokus pada seni tradisional pansori, termasuk pameran dan pertunjukan. Wisatawan dapat menonton semua jenis seni pertunjukan tradisional di sini, mulai dari pertunjukan alat musik tradisional Korea hingga tarian tradisional. Wisatawan juga dapat mencoba instrumen tradisional seperti buk (drum berbentuk tong), janggu (drum berbentuk jam pasir), jing (gong besar), dan kkwaenggwari (gong kecil).

Tempat terakhir adalah museum dan hotel Awon yang terletak di desa Wanju, tetangga kota Jeonju. Museum dan hotel Awon berhasil melestarikan keindahan rumah tradisionalnya,sekaligus menghadirkan keindahan arsitektur modern melalui galeri café. Meskipun hampir satu jam perjalanan dari Jeonju, tempat ini semakin banyak dikunjungi wisatawan karena pernah dikunjungi oleh grup idola terkenal Korea Selatan, BTS.

Baca juga: KTO Jakarta rilis buku panduan baru wisata ke Korea

Baca juga: Mengintip Seoul lewat tur virtual ke Korea Selatan

Baca juga: Korea Selatan siap curi hati wisatawan Indonesia usai pandemi corona

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Imigrasi Batam tanggapi rencana kebijakan Travel Bubble

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar